Warga Tanah Putih NTT Tagih Janji Pemprov Lewat Melki Laka Lena
Klikwarta.com, Manggarai - Warga Lingkungan Tanah Putih, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), tampaknya harus ekstra sabar menghadapi musim penghujan. Saban tahun, wilayah ini kerap menjadi langganan banjir akibat ketiadaan saluran drainase yang memadai.
Ironisnya, keluhan yang dirasakan langsung oleh masyarakat setempat terkesan "dipingpong" oleh birokrasi pemerintahan daerah.
Ketua RT setempat, Johni Diaz, mengungkapkan bahwa dirinya sudah berulang kali menyuarakan penderitaan warganya dalam berbagai forum resmi. Mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) tingkat kelurahan hingga tingkat kecamatan, persoalan ketiadaan drainase ini selalu menjadi menu utama yang ia usulkan.
Namun, hasilnya nihil. Tanggapan dari pemerintah kelurahan maupun kecamatan setempat justru jauh dari harapan warga yang kebanjiran.
"Pemerintah kelurahan dan kecamatan beralasan bahwa pembangunan lokasi drainase tersebut merupakan wewenang Pemerintah Provinsi NTT," ujar Johni saat ditemui dalam pertemuan bersama masyarakat terdampak baru-baru ini.
Berharap pada Gubernur Baru
Akibat mandeknya respons di tingkat lokal, warga Tanah Putih kini menaruh harapan besar kepada Melki Laka Lena selaku Gubernur NTT. Mereka mendesak agar pemerintah provinsi segera turun tangan mengambil tindakan nyata sebelum banjir berikutnya kembali merendam pemukiman mereka.
Keluhan ini bukan lagi sekadar urusan administratif, melainkan menyangkut hajat hidup dan keselamatan warga yang setiap tahun harus berjibaku dengan air bah.
"Kami masyarakat Lingkungan Tanah Putih, Kelurahan Mata Air, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, sangat berharap Pak Gubernur memperhatikan drainase tersebut. Kasihan kami masyarakat," keluh salah seorang warga terdampak dengan nada pasrah.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu kepastian dan respons cepat dari Pemerintah Provinsi NTT untuk mengeksekusi pembangunan drainase yang telah bertahun-tahun dinantikan tersebut.
Penulis : Kordianus Lado








