Klikwarta.com, Tulungagung - Kasus korban tenggelam di kolam ikan menurut data yang ada bahwa sebulan terakhir, tercatat lebih dari tujuh orang menjadi korban tenggelam di kolam ikan dan di laut. Hal ini disampaikan Kasat Binmas Polres Tulungagung, AKP Olivia Evayanti, SH pada saat Talksow, di Radio Perkasa FM Tulungagung, melalui Kasi Humas Polres Tulungagung, Iptu Anshori.
Anshori mengatakan, sesuai dengan data yang dimiliki, selama bulan Maret hingga April tahun ini terdapat tujuh kasus orang meninggal karena tenggelam. Di mana sebagian besar merupakan korban tenggelam di kolam ikan yang ada di pemukiman masyarakat.
"Korbannya ini sebagian besar adalah balita yang tenggelam di kolam ikan," ujarnya, Selasa (24/05/2022).
Pihaknya menyebut, penyebab terjadinya hal ini adalah karena minimnya pengawasan orang tua kepada aktifitas anak, apalagi sebagian besar korban merupakan balita atau anak dibawah umur.
"Karena minimnya pengawasan, sebagian besar kasusnya itu saat ditinggal aktifitas, tiba tiba diketahui anaknya sudah tenggelam," jelasnya.
Oleh sebab itu, pihaknya bersama Dinas Perikanan Kabupaten Tulungagung meminta orang tua untuk meningkatkan kewaspadaan saat memberikan pengawasan kepada putra putrinya.
"Kita minta agar selalu diawasi, tidak dibiarkan sendiri, apalagi kalau ada kolam ikan di dekatnya," terangnya.
Sementara itu untuk pemilik kolam ikan, pihaknya meminta agar meningkatkan pengamanan dengan memasang jaring pengaman di sekeliling kolam untuk mengantisipasi terjadinya kejadian yang berulang beberapa kali tersebut.
"Kita minta agar pemilik kolam ikan memasang jaring pengaman atau memberi pagar pembatas di sekeliling kolam apalagi yang bibir kolamnya itu tidak tinggi, minimal dengan terpasangnya jaring atau pembatas lain, kejadian serupa tidak terulang kembali," pungkasnya.
Pewarta : Cristian








