Pertamina EP Cepu dan Exxon Mobile Tidak Cantumkan Jumlah CSR, LSM PKN: Publik Kecewa

Rabu, 21/12/2022 - 13:48
Juru bicara LSM PKN Seno Margo Utomo saat menghadiri Forum Group Discussion CSR perusahaan di Blora di Bappeda.

Juru bicara LSM PKN Seno Margo Utomo saat menghadiri Forum Group Discussion CSR perusahaan di Blora di Bappeda.

Blora, Klikwarta.com - Acara Forum Grup Discussion Coorporate Social and Responsibility (CSR) perusahaan di Blora yang diadakan di Bapedda, Rabu (21/12/2022), memunculkan kekecewaan publik. 

Hal ini disampaikan Seno Margo Utomo juru bicara LSM Pemantau Keuangan Negara ( PKN). Pihaknya menyatakan kecewa karena realisasi CSR jauh dari potensi maupun ekspektasi publik.  Selain itu CSR hanya didominasi oleh charity atau pemberian bukan pemberdayaan sehingga tidak membantu permasalahan Blora. 

"Dari potensi CSR 2022 yang muncul dalam FGD CSR di bulan Maret 2022   sebesar 41 miliar. Jelas angka realisasi 1,9 milyar, jauh dari ekspektasi publik. Maka kami memberi penilaian CSR terhadap perusahaan adalah tidak bertanggungjawab," tegas Seno.

s

 Krisna, Direktur PT GMM ( Gendhis Multi Manis) selaku sekretaris Forum Pelaksana TSP ( Tanggungjawab Sosial Perusahaan) menyampaikan, realisasi CSR tahun 2022 hanya 1,9 milyar.
Dari sekian puluh perusahaan hanya 11 yang memberi laporan CSR.

" Ada 2 perusahaan yaitu Pertamina EP Cepu dan Exxon Mobile yang hanya memberikan jumlah kegiatan, tanpa  mencantumkan berapa jumlah angka CSR," ujarnya.

Hal ini berbeda dengan Bupati Blora, Arief Rohman yang dalam sambutan singkatnya memberikan apresiasi dan ucapan terimakasih.

"Saya mengucapkan apresiasi dan terimakasih kepada perusahaan yang telah memberikan CSR.  Kedepan saya berharap  CSR lebih diarahkan ke kegiatan pemberdayaan, selain untuk kegiatan termasuk hiburan di HUT Blora," ujar Bupati.   

Sekda Blora  Komang Irawadi, dalam forum  tanya jawab sepakat atas masukan dan mohon keterlibatan elemen masyarakat dalam perencanaan CSR  selain Bappeda.

"BUMD Blora harus memberi contoh dan  menyampaikan CSR secara terbuka.  Kalo belum habis segera sampaikan ke Forum Sosial Perusahaan. Selain itu, skema pengelolaan CSR lebih susah jika harus masuk DPA APBD. Dan lebih simple jika skema CSR dikelola forum", ujarnya.

(Pewarta: Fajar)

Berita Terkait