Pekerja di Bandara Ngloram tampak menyelesaikan akses ke gedung PKP-PK yang baru mencapai 35 persen.
Blora, Klikwarta.com - Proyek pembuatan akses menuju gedung PKP-PK (Pertolongan Kecelakan Penerbangan dan Pemadaman Kebakaran) Bandara Ngloram, Cepu Jawa Tengah molor dari jadwal yang ditentukan. Sampai hari Senin (2/1/2023) pengerjaannya baru mencapai 35 persen.
Proyek dengan nomer kontrak 121/PPK-NCP/X/2022 tertanggal 31 Oktober 2022 tersebut, dan pekerjaannya dimulai 1 Nopember 2022 yang dikerjakan CV Tumpu Harapan dari Jogjakarta dengan sumber dana APBN 2022 senilai Rp 1.497.236.000.

Menurut pelaksana CV Tumpu Harapan Joni S, seharusnya dalam pengerjaannya selesai tanggal 31 Desember 2022. Tapi karena terkendala faktor tanah urug, proyek ini tidak selesai tepat waktu.
"Proyeknya tetap dilanjutkan tapi kami kena denda Rp 800.000 per hari. Hitungannya dari sisa proyek yang belum selesai," ujar Joni saat ditemui wartawan Senin (2/1/2023).
Joni mengklaim, keterlambatan tersebut karena tanah urug yang pengiriman setiap harinya tidak bisa maksimal.
"Setiap hari hujan sehingga tanah urug tidak bisa keluar dari quari," ungkapnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi Bandara Ngloram, tampak pekerja masih menyelesaikan penggurugan. Beberapa armada dump truk juga tampak lalu lalang mengirim tanah urug.
"Yang lama itu penggurugan. Jika penggurugan selesai, pekerjaan pemasangan paving cepat selesai juga," imbuhnya.
Diketahui pembuatan akses menuju gedung PKP-PK tersebut sepanjang 320 meter dan lebar 4,5 meter yang nantinya akan di paving dengan spek k 250 dan t 8 cm.
(Pewarta: Fajar)








