Nur Chamim
Klikwarta.com, Pati - Viral kisah anak sultan pengusaha madu dan jual beli tanah menjadi pembicaraan dimedsos serta media nasional. Dia adalah Nur Chamim Sekdes Gajihan, Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati yang riwayat sejarahnya dulu sangat menderita sekali. Selasa (4/1/21).
Dalam kehidupan di keluarganya dulu untuk makan sehari-hari aja kurang dan kalau mau makan lauk pindang satu dibagi dengan ibu serta dicampuri sama garam.
Menurut Nur Chamim karen tidak punya uang sehingga dia mencari kapuk (randu) untuk dijual agar bisa beli jajan, disebabkan kami memang anak kurang mampu.
" Karena keadaan inilah saya kemudian merantau ke Jakarta menjadi tukang batu agar bisa mencukupi kebutuhan keluarga dan membantu kedua orang tua kami," katanya.
Cerita singkat sejarah kehidupan kami kalau teringat pasti sedih Mas. Namanya anak kurang mampu ya pasti dihina orang, dibully serta dijauhi dari teman-teman.
" Tetapi hal itu tidak membuat saya putus asa dan menjadikan semangat saya untuk kerja keras agar bisa membahagiakan keluarga dan orang tuaku," lanjutnya.
Semenjak ada hasil dari jual madu dan jual beli tanah, kehidupan keluarga kami akhirnya menjadi lebih tercukupi.
" Maka dalam Proses hidup saya sekarang sudah lebih baik."
Akhirnya Nur Chamim mendaftar untuk menjadi PNS dan akhirnya diterima untuk mengabdi di pemerintah.
" Sementara ini, saya dipindah menjadi Sekdes Desa Gajihan itu saya sudah menjabat sekitar 20 Tahun," ungkapnya.
Untuk kejadian yang sempat viral ini sebenarnya hadiah kejutan bagi anak karena mendapat ranking 1 berupa Mobil Jeep Rubicon, Toyota Alpard, dan Honda H-RV.
Mwreka mengaku tak ingin pamer dari aksinya itu. Mereka pun tidak menyangka langkah untuk membahagiakan keluarganya itu berujung viral di media sosial.
“Dengan adanya viral ini saya mohon maaf dan sekali lagi kita tidak berniat takabur serta juga sombong. Saya kaget apa yang saya lakukan ini menjadi viral di medsos kayak gini,” ujar Nur Chamim.
Sementara itu, Pihak keluarga hanya ingin membahagiakan dengan memberikan hadiah berupa mobil. Ia pun meminta masyarakat tidak menilai buruk kepada keluarganya.
“ Bukan niatan pamer atau ingin viral. Saya ini paling kecil dibandingkan penguasa di Kabupaten Pati. Harta saya tak seberaoa dibandingkan pengusaha lainnya,” Papar Nur Chamim yang aktif di HIPMI dan Kadin Pati.
Dilain sisi saat dalam pengambilan mobil dari dealer ke Pati dikawal oleh pihak kepolisian karena khawatir bersamaan dengan Tahun Baru. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan kemacetan di jalan.
" Awalnya mobil-mobil tersebut saya stop di Demak di rumah paman saya biar pengiriman jadi satu konvoi dan tidak menganggu lalu lintas sehingga kami meminta pengawalan kepada Satlantas Polres Pati,”tuturnya.
(@Gus/m@s)








