Warga Sumenep Inginkan Bantuan Mekanisasi Pertanian

Sabtu, 27/01/2024 - 17:22
Anggota DPRD Jatim, Zainal Abidin saat serap aspirasi di Desa Batang-Batang Laok

Anggota DPRD Jatim, Zainal Abidin saat serap aspirasi di Desa Batang-Batang Laok

Klikwarta.com, Sumenep - Warga Desa Batang-Batang Laok, Sumenep, Madura berharap adanya bantuan untuk mekanisasi pertanian. Dengan begitu, petani dapat memproduksi pertaniannya dengan mudah.

Anggota DPRD Jatim, Zainal Abidin saat serap aspirasi di Desa Batang-Batang Laok mengaku masyarakat yang mayoritas petani meminta agar dibantu untuk perbaikan infrastruktur Pertanian. Seperti sarana jalan, sanitasi dan drainase. Selain itu, warga juga meminta adanya mekanisasi pertanian. 

Politisi asal Partai Demokrat itu menyebut dalam upaya mekanisasi pertanian, warga membutuhkan hand traktor dan alat tanam jagung. Mekanisasi pertanian ini untuk memudahkan dalam memproduksi, mengelola hasil pertaniannya. 

Zainal sangat mengapresiasi petani yang ingin merubah bercocok tanam tradisional ke modernisasi. Mengingat dapat mengefisiensi biaya dan waktu produksi, jika dibandingkan masih menggunakan system tradisional.

“Saya bangga bahwa mereka sangat sangat semangat untuk merubah pola tradisional dalam bercocok tanam itu yang hebat. Mereka sudah mau mekanisasi pertanian secara lebih baik sehingga mungkin bisa mengefisiensikan biaya biaya produksi,” paparnya, Senin 22 Januari 2024

Pria yang menjabat sebagai anggota Komisi E DPRD Jatim itu siap membantu para petani. Mayorias mereka meminta hand traktor karena saat ini ketersediaan tenaga kerja sudah langkah. Terutama tenaga untuk membajak sawah.

“Tidak mudah juga mencari tenaga kerja untuk membajak sawah, tidak gampang juga. Sekarang ya? Sapi juga ya sulit, kemudian tenaga orang juga sulit. Ada sebagian yang semacam itu, maka mekanisasi pertanian dengan hand traktor,” ucapnya. 

Tak hanya itu saja, saat ini petani juga membutuhkan pompa air untuk mengairi lahan pertaniannya. Dengan pompa air, petani tidak lagi kesulitan menyediakan air untuk lahannya. Terutama petani yang tinggal di perbukitan. “Bukan kesulitan air, sehingga pompa air untuk mengairi pertaniannya,” pungkasnya.

Pewarta: Supra

Berita Terkait