Kontribusi BUMD Rendah, Pansus DPRD Soroti Kinerja Stagnan

Sabtu, 31/01/2026 - 22:18
Pansus BUMD DPRD Jawa Timur, Satib

Pansus BUMD DPRD Jawa Timur, Satib

Klikwarta.com, Jatim - Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur menyoroti rendahnya kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Sorotan ini muncul setelah Pansus melakukan kunjungan kerja ke Jawa Tengah dan melihat pola pengelolaan BUMD dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) di sana.

Anggota Pansus BUMD DPRD Jatim, Satib, menyatakan bahwa ada hal menarik yang bisa menjadi bahan pertimbangan bagi Jawa Timur. "Pembentukan biro khusus BUMD dan BLUD di Jawa Tengah bisa menjadi contoh bagi kita," kata Satib.

Satib menilai bahwa banyak BUMD di Jawa Timur yang kinerjanya stagnan dan kontribusinya sangat kecil terhadap PAD. Bahkan, tidak sedikit yang mengalami kerugian. "Selama ini BUMD kita ini istilahnya hidup segan mati tak mau," katanya.

Pansus juga menyoroti perbandingan kinerja antara Bank Jatim dan Bank Jateng. Satib menyebut meski aset Bank Jateng lebih kecil, setoran dividen ke provinsi justru lebih tinggi dibandingkan Bank Jatim. "Bank Jateng asetnya di bawah Jawa Timur, tapi dividennya yang disetor ke provinsi malah lebih tinggi," ungkapnya.

Ke depan, Pansus membuka peluang memanggil auditor independen guna mendapatkan penilaian yang lebih objektif terhadap kinerja BUMD dan BLUD di Jawa Timur. "Kita tidak menutup kemungkinan akan mengundang auditor independen agar penilaian kita benar-benar netral," kata Satib.

Pansus juga mempertimbangkan untuk merekomendasikan pembentukan biro khusus BUMD dan BLUD seperti di Jawa Tengah, hingga opsi pembubaran atau penggabungan (merger) BUMD yang dinilai tidak rasional. "Kalau memang kerjanya tidak rasional, rekomendasinya bisa dibubarkan atau di-merge," pungkasnya. (**)

Tags

Berita Terkait