Nana Thama Soroti Bimtek Aparatur Desa Kabupaten Aceh Timur Digelar di Medan

Jumat, 05/08/2022 - 13:01
Bimtek Aparatur Desa Kabupaten Aceh Timur Digelar di Medan

Bimtek Aparatur Desa Kabupaten Aceh Timur Digelar di Medan

Klikwarta.com, Aceh Timur - Bimbingan Teknis Aparatur Desa yang pelaksanaan di salah satu hotel megah wilayah Sumatera Utara oleh Lembaga Orientasi Masyarakat Madani Indonesia sudah memasuki tahap ke dua untuk Para Keuchik/Kades Kabupaten Aceh Timur, Kamis (4/8/2022).

Informasi dihimpun, di tahap ke satu Bimtek keuchik kabupaten Acehbtimur di Medan, sekitar tanggal 04 Juli 2022 yang lalu yang diikuti sebanyak kurang lebih 77 Orang peserta telah selesai. Dikalikan dengan satu peserta dianggarkan 6.000.000, jadi total angaran untuk 77 peserta sebanyak Rp. 462.000.000;.

Acara tahap ke dua Bimteknya pada tanggal 4 Agustus 2022 dengan dugaan jumlah pesertanya mencapai 48 peserta kepala desa/keuchik kabupaten Aceh Timur.

Informasi yang diterima awalnya menolak, namun kenyataannya secara tiba-tiba para Keuchik kabupaten Aceh Timur sepakat untuk mengikuti Bimtek di Medan dengan biayaya Rp 6.000.000/satu orang pesertanya, dan untuk tahap ke 3 informasi yang diterima akan dilaksanakan pada tanggal 18 Agustus mendatang dengan lebih banyak peserta.

Aneh, apa sebenarnya dipikirkan para Kades/Keuchik ini sehingga akhirnya mengikuti saja apa yang diperbuat oleh orang dari luar daerah yang berdalih meningkatkan kapasitas pengetahuan Gampong.

W

Cara pelaksanaan Bimtek dengan anggaran yang fantastis di setiap pelaksanaannya, bahkan diduga sampai Miliaran Dana Desa dikuras seperti beberapa bulan yang lalu, sekarang harus tergerus lagi Dana Desa yang dikucurkan oleh Pemerintah Pusat yang terkesan hamburkan dengan modus Bimtek. bahkan sampai Dua kali pelaksanaannya dalam satu tahun ini.

Menurut Nana Thama, Ketua Bakorwascab Laskar Anti Korupsi Indonesia DPC Kabupaten Aceh Timur, menyesalkan dengan tingkah pola pikir Keuchik/Kades, khususnya di Aceh Timur.

"Mengapa tidak ada yang berani menolak Program Bimtek untuk Aparatur Desa yang banyak mengeluarkan anggaran tersebut, apalagi kondisi Gampong rata-rata saat ini masih memprihantinkan alias dibawah garis kemiskinan. Bila para keuchik menolak ikut Bimtek, mungkinkah masuk penjara, tidakkan,.!", tutur Nana Thama.

Tidak masuk diakal, Nana Thama merasa heran dan berharap di Aceh Timur ada yang mampu mencegah acara Bimtek semacam itu, sehingga Dana Desa terus digerogoti oleh orang dari luar Aceh Timur.

Saat di konfirmasi oleh awak Media ini, Ketua DPC APDESI Aceh Timur Syamsuar.SE menegaskan, dirinya tidak tahu menahu terkait Bimtek yang di Medan. "Coba ditanya sama Ketua Forum Keuchik/Kades di masing masing kecamatan", singkatnya. (Rbn86)

Berita Terkait