Nyadran Dam Bagong, Diawali Kirap Mahesa

Kamis, 15/06/2023 - 20:13
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat menyerahkan peralatan sembelih Kerbau di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Kamis (15/6/2023)

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat menyerahkan peralatan sembelih Kerbau di Pendapa Manggala Praja Nugraha, Kamis (15/6/2023)

Klikwarta.com, Trenggalek - Upacara adat bersih Dam Bagong, Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek, di awali ziarah kubur Mbok Roro Krandon, di Desa Kerjo, Kecamatan Karangan, dan dilanjutkan kirap Mahesa, Kamis (15/6/2023).

Selanjutnya, kirab Mahesa  (Kerbau) yang diperuntukan nyadran bersih DAM Bagong, menjadi salah satu bagian sakral adat budaya yang dilestarikan oleh masyarakat di Kelurahan Ngantru, Trenggalek, mulai tahun 2023 ini.

Hal ini dilakukan, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, untuk mencoba merekonstruksi kembali sejarah Nyadran Dam Bagong, kalau dulu akad Menak Sopal meminjam Gajah Putih milik Mbok Roro Krandon akan dikembalikan, namun akhirnya disembelih sebagai syarat membangun Dam Mbagong. 

Dalam hal ini dirubah Bupati Trenggalek, menurutnya masyarakat Krandon sudah ikhlas Gajah disembelih karena manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas.

" Dari sini kedua desa ini coba dirangkaikan karena menjadi asal usul dari upacara adat Dam Bagong. Keduanya  coba di kolaborasikan sehingga Kerbau untuk nyadran disinggahkan semalam di  Desa Kerjo," ungkap Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin.

Kemudian, kirap Mahesa ini dimulai dari Desa Kerjo, selanjutnya Kerbau di kirab menuju Pendopo Manggala Praja Nugraha Trenggalek, lalu di kirab kembali ke Tlatah Mbagongan (Dam Bagong) yang ada di Kelurahan Ngantru, Trenggalek. 

Upacara kirab dikemas kedalam adat jawa, ada Bregodo yang menyerahkan Mahesa kepada bupati, kemudian bupati menyerahkan kembali kerbau ini untuk dibawa ke Dam Bagong berikut dengan peralatan sembelihnya. 

"Jadi kegiatan hari ini sebenarnya kegiatan rutin tahunan. Yaitu nyadran Dam Bagong ditandai dengan sedekahan daging Kerbau kepada masyarakat di Desa Ngantru, " pungkas, Mochamad Nur Arifin.

(Pewarta: Hardi Rangga) 

Berita Terkait