Disdik NTT Gelar Lokakarya Grand Design Pendidikan dan Kebudayaan NTT
Klikwarta.com, NTT - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menggelar lokakarya Grand Design pendidikan dan kebudayaan NTT 2020-2030. Acuan utama kegiatan ini adalah roadmap fokus pada penguatan literasi, numerasi dan pendidikan karakter sesuai arahan Gubernur pada konsultasi publik grand design.
Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 30 sampai 31 januari 2020 yang bertempat di Aula Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Provinsi NTT, Kegiatan yang dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Drs. Benyamin Lola, M.Pd ini bertujuan untuk merumuskan "Quick Win/program terobosan" yang dapat mempercepat dan memiliki daya ungkit terhadap pembangunan pendidikan NTT serta menyusun tahapan dan target tahunan sesuai dengan yang disepakati.
"Kita sama-sama pahami bahwa kondisi pendidikan dan kebudayaan Provinsi NTT ini masih juga berada dalam cerita yang belum menggembirakan dan masih dalam kisah yang terus dibenahi agar sejajar dengan beberapa provinsi lain, dengan melihat kondisi pendidikan provinsi kita masih dalam posisi tertati-tati dibelakang, tetapi dalam kesadaran penuh bahwa kondisi ini tidak bisa kita pertahankan, bahwa kondisi ini harus kita perbaiki", tegas Kepala Dinas Pendidikan Dan Kebudayaan Provinsi NTT Drs. Benyamin Lola, M.Pd.
Kadisdik Provinsi NTT menambahkan bahwa ini saat yang tepat dimana visi NTT yaitu "NTT Bangkit Menuju Masyarakat Sejahtera" maka kebangkitan itu harus disokong oleh semua sektor dan sektor yang paling menentukan adalah sektor untuk pengembangan sumber daya manusia, khususnya pada bidang pendidikan karena ini merupakan sektor yang paling dominan dalam satu proses sepanjang pembangunan.
"Saya sampaikan terima kasih terkhusus kepada kita semua yang secara setia telah berpartisipasi dalam proses ini sehingga atas dukungan dari kita semua maka hari ini terlaksana lokakarya tahap satu dan juga lokakarya akan sampai pada tahap empat, sehingga dokumen yang di hasilkan dapat memberikan arah atau panduan bagi penyelenggara pendidikan agar bisa mengimplementasikannya", ujarnya.
"Harapan kita apa yang menjadi masukan dalam penyusunan, harus beranjak dari persoalan nyata yang benar-benar kita hadapi di Provinsi NTT, tentunya dengan tujuan agar dapat merubah kondisi keterpurukan dibidang Pendidikan dan Kebudayaan di Provinsi ini menjadi kondisi yang lebih baik lagi", sambungnya menandaskan.
Dalam kegiatan ini, hadir pula perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab/Kota Se-Provinsi NTT, perwakilan Bappeda Kab/Kota Se-Provinsi NTT, Para Ketua Yayasan, Para Kepala Sekolah mulai dari paud hingga sekolah menengah, perwakilan pengawas Kab/Kota Se-Prov NTT, serta eleman pendidikan dan kebudayaan. (Mario)








