Menguak Manfaat 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat

Minggu, 02/02/2025 - 11:52
ilustrasi. Istimewa

ilustrasi. Istimewa

Oleh: Al-Mahfud*)

Membangun generasi muda yang kuat adalah investasi untuk masa depan bangsa. Generasi muda kuat ini mencakup berbagai hal: secara fisik, mental, intelektual, emosi, sosial, hingga spiritual. Generasi muda yang kuat dalam berbagai hal tersebut akan menjadi modal berharga untuk menyongsong masa depan bangsa yang cerah.

Akan tetapi, kondisi para generasi muda atau remaja di Indonesia memang belum ideal. Masih banyak remaja mengalami berbagai masalah kesehatan mental. Survei I-NAMHS (Indonesia National Adolescent Mental Health Survey) tahun 2022 misalnya, menunjukkan ada sekitar 34.9% atau 15.5 juta remaja Indonesia mengalami kesehatan mental.

Masalah kesehatan mental pada remaja tersebut berdampak pada berbagai hal. Mulai dari kesulitan mengendalikan emosi, gangguan fisik, menarik diri dari lingkungan sosial, kehilangan rasa percaya diri, hingga prestasi yang cenderung menurun. Maka, diperlukan upaya serius untuk mengatasi persoalan tersebut dan bagaimana membentuk anak-anak muda yang kuat dan sehat, baik secara fisik, mental, maupun cerdas secara kognitif.

Akhir tahun kemarin, tepatnya pada 27 Desember 2024, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meluncurkan sebuah inisiatif strategis: Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Tujuan dari gerakan ini adalah menanamkan kebiasaan positif pembentuk karakter anak-anak Indonesia agar tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter unggul.

Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat berisi tujuh kebiasaan dasar, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Apabila dicermati satu per satu, kebiasaan-kebiasaan tersebut memang hendak membentuk dan membangun berbagai aspek sekaligus, mulai dari fisik, mental, spiritual, kognitif, hingga sosial.

Beberapa kebiasaan seperti bangun pagi, olahraga, makan sehat dan bergizi, dan tidur cepat terlihat fokus hendak membentuk anak-anak yang sehat, baik mental emosional, maupun fisik. Penanaman kebiasaan ini relevan jika kita kembali melihat data di awal mengenai permasalahan masalah kesehatan mental di kalangan remaja di Indonesia.

Kebiasaan bangun pagi dan tidur cepat terkesan sederhana, namun memiliki dampak besar dalam optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan anak dan remaja dalam banyak aspek.

Ketika bangun pagi, kita bisa menghirup udara pagi yang lebih segar dan tubuh lebih aktif bergerak. Menurut Dr Victoria Revel dalam Wijayanti (2018), paparan cahaya matahari yang cukup akan berdampak positif bagi tubuh manusia, menurunkan gula darah, memperkuat imunitas mengaktifkan hormon endogen seperti serotonin, yang memiliki efek regulasi suhu tubuh, nafsu makan, kualitas tidur, memori, kognisi,suasana hati (mood) dan kontraksi otot

Selain tubuh lebih segar, emosi lebih positif, dan terhindar dari beragam penyakit, kebiasaan bangun pagi juga melatih kita untuk disiplin, terutama dalam mengatur waktu dalam beraktivitas sehari-hari.

Di samping membiasakan bangun pagi, anak-anak dan remaja juga harus terbiasa tidur lebih cepat. Kedua kebiasaan ini saling berkaitan. Dengan tidur lebih cepat artinya kita bersiap untuk bangun pagi. Kedua kebiasaan ini pun berdampak seperti efek domino yang bisa memberi banyak manfaat bagi pertumbuhan dan perkembangan anak dalam banyaki aspek.

Tidur lebih cepat akan meningkatkan kualitas tidur. Tidur berkualitas artinya tidur yang cukup dan berkelanjutan tanpa adanya gangguan sehingga tubuh bisa melalui siklus tidur, termasuk REM (Rapid Eye Movement). Hal tersebut tak bisa dicapai ketika seseorang kurang tidur.

Tidur berkualitas penting untuk memperkuat sistem imun. Ketika tidur kita berkualitas, tubuh dapat memproduksi sitokin, senyawa yang mampu melawan bakteri dan virus (sumber penyakit) sehingga sistem kekebalan tubuh berfungsi optimal (yankes.kemkes.go.id). Tidur yang berkualitas membuat tubuh punya waktu yang cukup untuk memperbaiki diri, meningkatkan fungsi otak, serta menjaga keseimbangan emosi dan fisik (p2ptm.kemkes.go.id).

Kebiasaan bangun pagi dan tidur cepat masih harus ditunjang dengan kebiasaan makan sehat dan bergizi serta olahraga. Tak bisa ditawar, kebutuhan nutrisi tubuh mesti terpenuhi agar pertumbuhan dan perkembangan anak berjalan optimal. Di sinilah pentingnya membiasakan makan sehat dan bergizi. Sedangkan olahraga, kita semua paham bahwa olahraga adalah bagian tak terpisahkan dalam menjaga kesehatan dan kebugaran.

Selain kebiasaan-kebiasaan yang berkaitan dengan mental, fisik, dan emosi tersebut, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat juga mendorong anak-anak untuk gemar belajar, beribadah, dan bermasyarakat. Kebiasaan-kebiasaan tersebut akan membangun karakter anak yang cerdas, bermoral, berempati, dan punya rasa solidaritas sosial dan tanggung jawab terhadap lingkungan.

Kita harapkan, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dapat terlaksana dan terimplementasi dengan baik. Nilai-nilai yang terkandung dalam setiap kebiasaan tersebut kita harapkan benar-benar bisa terinternalisasi dalam diri setiap anak di Indonesia. Sehingga, ke depan lahir generasi muda Indonesia yang sehat, cerdas, dan unggul.

*Penulis aktif menulis topik-topik pendidikan,
Menulis artikel, esai, dan ulasan buku di berbagai platform.

Berita Terkait