Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Berikan Dampak Positif Bagi SD Saraswati 6 Denpasar

Kamis, 21/08/2025 - 18:00
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat, melakukan peninjauan di SD Saraswati 6 Denpasar untuk melihat langsung bagaimana penerapan KAIH, Selasa, (198). 

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat, melakukan peninjauan di SD Saraswati 6 Denpasar untuk melihat langsung bagaimana penerapan KAIH, Selasa, (198). 

Klikwarta.com, Denpasar - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berkomitmen untuk terus membangun generasi yang sehat berkarakter, salah satunya melalui penerapan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (KAIH). Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat, melakukan peninjauan di SD Saraswati 6 Denpasar untuk melihat langsung bagaimana penerapan KAIH, Selasa, (19/8). 

Bersama seluruh murid, guru juga tenaga kependidikan Wamendikdasmen Atip, melaksanakan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH), tampak keceriaan juga semangat dan antusiasme yang terpancar dari pada murid saat mengikuti gerakan SAIH bersama Wamendikdasmen. Diharapkan melalui senam ini akan membangun kebiasaan anak-anak untuk hidup yang sehat, dan juga cinta tanah air. 
 
Dalam kesempatan ini Wamendikdasmen Atip Latipulhanyat, berpesan agar para murid terus meningkatkan semangat akan rasa keingintahuan. Menurut Wamen, keingintahuan yang tinggi akan mendorong seseorang untuk terus belajar, sehingga orang yang selalu ingin tahu akan ilmu pasti adalah orang yang cerdas. 

Rasa ingin tahu yang kuat mendorong seseorang untuk terus belajar, mengeksplorasi, dan memahami dunia di sekitarnya, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan pemecahan masalah. 
 
"Jadi harus memiliki keingintahuan, misalnya jawaban adik-adik salah nanti ada bapak/ibu guru yang meluruskan, jadi ingat yah adik-adik semua harus memelihara semangat keingintahuan, karena keingintahuan itu pangkal dari ilmu pengetahuan, semangat semuanya, semoga sukses, luar biasa, segar-segar semua," pesan Wamen Atip. 

Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar A. A. Gede Wiratama, menjelaskan bahwa seluruh sekolah di Denpasar sudah menerapkan 7 KAIH, sejak diresmikan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti saat Denpasar Education Festival (DEF) 2025 Mei lalu. 
 
Gede Wiratama, juga menyampaikan beberapa program bagi murid mulai dari TK hingga SMP di Denpasar yakni program pengelolaan sampah, untuk sampah organik akan dikelola oleh masing-masing sekolah. Sedangkan untuk sampah plastik, seperti sampah jajanan yang diserahkan oleh murid akan diambil oleh bank sampah. 

“Untuk sampah plastik sudah di bank sampah, dan dibayarkan kepada anak-anak di sekolah yang masuk ke tabungan digital murid. Kita di sekolah juga sudah menerapkan sistem QRIS untuk pembayaran, jadi berbelanja di sekolah, di SD, SMP sudah menggunakan QRIS dan di tahun 2024 kami mendapatkan penghargaan terbaik tingkat nasional untuk tabungan digital, bersama dengan DKI Jakarta dan Makassar," jelas Gede Wiratama. 
 
Sementara itu Kepala Sekolah SD Saraswati 6 Denpasar I Gusti Ayu Ari Nura, mengungkapkan rasa bahagianya atas kunjungan dari Wamendikdasmen Atip Latipulhanyat beserta rombongan. Menurutnya kunjungan ini menjadi penyemangat dan kebahagiaan bagi ia dan jajaran untuk memberikan layanan pendidikan yang terbaik untuk murid-murid SD Saraswati 6 Denpasar. 

"Terima kasih atas kesempatan yang luar biasa ini terhadap SD Saraswati 6 Denpasar, semoga kedepannya ini merupakan fondasi dan motivasi-motivasi dari Kemendikdasmen pak Wamen beserta jajaran selalu kami tunggu untuk meningkatkan layanan kami," ungkap I Gusti Ayu Ari Nura. 
 
Penerapan 7 KAIH di SD Saraswati 6 Denpasar, dijelaskan I Gusti Ayu Ari Nura mendapatkan respons luar biasa dari orang tua murid. Ia pun mendapatkan  tanggapan-tanggapan positif, karena kebiasaan-kebiasaan ini dapat membantu anak-anak mereka tumbuh menjadi individu yang lebih baik.

“Mulanya mereka bermain handphone tidak kenal waktu, dengan kita menerapkan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat ini, hidup mereka menjadi lebih tertata, tidur cepat, mereka berkolaborasi dengan lingkungan sekitar dan bagaimana mereka memperlakukan diri sebagai pelajar,” jelas I Gusti Ayu Ari Nura. (*)

Berita Terkait