Perkuat Pendidikan Inklusif, Kemendikdasmen Bekali Pendidik dengan Al-Qur’an Bahasa Isyarat

Rabu, 22/07/2026 - 15:26
Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto

Klikwarta.com, Jakarta - Pendidikan yang inklusif tidak hanya memastikan setiap anak dapat bersekolah, tetapi juga memperoleh layanan pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristiknya.

Untuk memperkuat layanan tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Masjid Baitut Tholibin bekerja sama dengan Baitul Maal Muamalat menyelenggarakan Training 
of Trainers (TOT) Al-Qur'an Bahasa Isyarat Batch 3 bagi para pendidik.

Selama dua hari, peserta memperoleh pembekalan metode pembelajaran Al-Qur'an berbasis bahasa isyarat melalui penguatan materi dan praktik mengajar. Pelatihan ini diharapkan memperluas kompetensi 
pendidik dalam memberikan layanan pembelajaran yang lebih inklusif bagi peserta didik penyandang disabilitas rungu, baik di satuan pendidikan maupun di komunitas.

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Talenta, Mariman Darto, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen Kemendikdasmen menghadirkan pendidikan yang inklusif bagi seluruh 
peserta didik.

"Karena memang ini terkait langsung dengan apa yang disebut Pak Menteri sebagai pendidikan inklusi, dan juga sekaligus sebagai pendidikan khusus yang memang membutuhkan perhatian kita sekalian," 
ujarnya, Jakarta, Senin (20/7).

Menurut Mariman, upaya menghadirkan layanan pendidikan yang inklusif membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, Kemendikdasmen menggandeng Baitul Maal Muamalat, Yayasan Wakaf 
Salman, serta Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (Ditjen VPKPLK) untuk memperluas akses pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan penyandang disabilitas rungu.

Ia menambahkan, penyelenggaraan TOT Al-Qur'an Bahasa Isyarat akan terus diperluas. 
Kemendikdasmen berencana kembali melaksanakan pelatihan serupa pada peringatan Hari Tuli Internasional dan Hari Bahasa Isyarat Internasional dengan menggandeng Masjid Salman ITB sebagai 
mitra penyelenggara.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen VPKPLK, Suparto, mengatakan bahwa penyelenggaraan TOT Al-Qur'an Bahasa Isyarat merupakan bagian dari implementasi Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas yang menjamin hak penyandang disabilitas memperoleh pendidikan yang inklusif.

"Training of Trainers Al-Qur'an Bahasa Isyarat Batch 3 ini diperuntukkan bagi kawan-kawan kita penyandang disabilitas rungu atau teman tuli. Ini merupakan satu kegiatan merealisasikan dan mewujudkan amanat Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas," ujar Suparto.

Ia menambahkan bahwa pembelajaran Al-Qur'an merupakan bagian dari penguatan karakter sekaligus sejalan dengan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, khususnya kebiasaan beribadah. Karena itu, kesempatan mempelajari Al-Qur'an perlu dibuka seluas-luasnya bagi seluruh warga negara, te rmasukpeserta didik penyandang disabilitas.

Melalui penguatan kompetensi pendidik dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan, Kemendikdasmen terus mendorong terwujudnya layanan pendidikan yang inklusif agar setiap peserta didik, termasuk penyandang disabilitas rungu, memperoleh kesempatan belajar yang setara sesuai kebutuhan dan potensinya. (**) 

Berita Terkait