Juru bicara gugus tugas Covid-19 Bitung Franki Ladi gelar konferensi pers
Bitung, Klikwarta.com - Upaya tegas Pemerintah kota Bitung dalam memutus mata rantai penyebaran virus corona di masyarakat, nampaknya tidak sejalan dengan yang terjadi saat ini.
Pasalnya, pelabuhan kota Bitung kembali kedatangan 106 orang yang menumpang KMP Portlink asal Ternate dan diperkirakan tiba hari ini, Rabu (29/04/20) sekitar pukul 19.00 wita.
Terkait hal itu, Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 kota Bitung, Franky Ladi saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa kedatangan KMP Portlink dengan membawa penumpang tersebut tentunya akan diberlakukan protokol ketat covid-19.
"Kedatangan warga Sulawesi Utara yang kurang lebih 106 orang di Bitung nanti malam dengan kapal fery Portlink, perlu kami sampaikan bahwa dari 106 ini terdiri dari warga Boltim, warga Sangihe, warga Minahasa dan sebagian diantaranya orang Bitung", jelas Franky.
Franky menjelaskan, proses lintas wilayah yang terjadi saat ini, maka perlu dikoordinasikan dengan pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Kemudian pemberlakuan protokol covid-19.
"Kami mendengar kapal sudah di jalan, maka dari itu kami ada rapat dengan Kapolres, Dandim, KSOP, GM ASDP. Dan nantinya akan diberlakukan protokol secara ketat", terangnya.
Lanjut dikatakan Franky. "Jadi nanti setibanya, akan dilakukan pemeriksaan kesehatan, mengisi buku notifikasi perjalanan dan untuk warga bitung, nanti akan langsung dikarantina di rumah singgah, bekas kantor kesehatan pelabuhan, sementara warga yang diluar bitung akan dijemput oleh gugus tugas sulawesi utara", jelas Franky kembali.
Terkait dengan pembatasan transportasi yang mengacu pada Peraturan Menteri Perhubungan(Permenhub) nomor 25 tahun 2020, Franky Ladi menegaskan bahwa Walikota Bitung, Max J Lomban sebelumnya telah menyurat kepada Gubernur dalam rangka menindak lanjut persoalan tersebut, namun belum ada respon hingga saat ini.
"Walikota telah menyurat kepada Gubernur yang mana selaku ketua gugus tugas kemarin pada tanggal 27, tembusannya Kapolda, Kapolres dan Dandim terkait persoalan ini, sekaligus memohon petunjuk, tapi sampai hari ini surat balasannya belum ada", jelas Franky.
Menyikapi hal itu, dalam rangka kemanusiaan kita harus lakukan protokol ini, tapi secara administrasi kita sudah koordinasi kepada Gubernur.
Dikesempatan tersebut, Franky berharap dalam upaya penanggulangan penyebaran covid-19, supaya tidak ada lagi kedatangan orang yang melintasi kota Bitung melalui jalur laut, apalagi yang berasal dari zona merah covid-19,harapnya.
(Pewarta : Laode)








