Situasi Penutupan Sosialisasi Perundang-undangan Tentang Pemberantasan Barang Kena Cukai Tahun 2021 (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)
Klikwarta.com Blitar - Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar resmi menutup acara sosialisasi Peraturan Perundang-undangan tentang Pemberantasan Barang Kena Cukai tahun 2021, Sabtu (9/10/2021) di sebuah hotel wilayah kabupaten Blitar.
Kegiatan sosialisasi yang diikuti calon dan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ini ditutup Sekretaris Disnaker Pemkab Blitar A. Nanang Adi Putranto. Melalui momen ini, ia berekspektasi para PMI kedepan semakin kuat kapasitasnya untuk berwirausaha.
Disnaker Pemkab Blitar, kata Nanang, akan terus berupaya membuka akses kesempatan kerja seluas-luasnya kepada masyarakat. Ini dilakukan agar masyarakat yang memiliki kompetensi tertentu bisa menemukan kompetensinya dalam rangka penumbuhan dan kemandirian ekonomi.
"PMI harapan saya juga tertanam motivasi dan jiwa kewirausahaan serta memiliki rencana kerja yang jelas, terarah, sehingga mampu bersaing di negara penempatan maupun di negeri sendiri. Dan kegiatan Disnaker ini adalah untuk menumbuhkan kapasitas dari kewirausahaan kepada calon dan mantan PMI kabupaten Blitar," jelasnya.
Kegiatan yang bersumber dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2021 ini menurutnya memang menyasar peserta dari calon dan mantan Pekerja Migran Indonesia (PMI) kabupaten Blitar. Selain sosialisasi juga diisi dengan kegiatan pelatihan pembuatan aneka olahan makanan dan minuman.
“Hari ini yakni penutupan kegiatan sosialisasi peraturan perundang-undangan yang dibiayai DBHCHT tahun 2021 yang diikuti peserta dari calon dan mantan PMI yang ada di kabupaten Blitar,” urainya.
Mengingat saat ini masih pandemi dan menerapkan protokol kesehatan, kegiatan yang diikuti 100 orang dibagi menjadi 5 paket, setiap paket diisi 20 orang. Dari 5 paket itu kegiatannya bervariasi, seperti, pelatihan tata boga, makanan fresh, frozen, kue dan sebagainya.
"Berdasarkan RPJMD untuk Disnaker tahun 2021-2026 kegiatan seperti ini dapat meningkatkan kesempatan kerja, terutama dalam sosialisasi ini dapat meningkatkan kompetensi yang mandiri para PMI," tukasnya.
(Pewarta : Faisal NR)








