Foto Ilustrasi
Oleh : Mieke Dearni Br Tarigan
Klikwarta.com - Tujuan seorang pedagang yang sukses adalah melakukan jual beli terbaik,untung adalah hal kedua (Alexander Elder).Terlepas dari ucapan pengarang buku "Traiding For A Living" itu, kita patut memetik hikmah atau manfaat dari pengalaman trader professional ini. Tentu saja dengan batasan dan kriteria yang sesuai dengan prinsip ekonomi Indonesia. Sumber daya alam negeri kita memiliki potensi dan kekayaan yang terbilang luar biasa,hampir setiap jengkal tanah daratan di negeri ini punya ciri khas dan keistimewaan masing masing.
Deretan pabrik tambang minyak bumi, batubara,semen hingga tambang emas adalah sederet bukti nyata bukan sekedar kata. di bidang maritim hasil perikanan juga melimpah ruah, Sayangnya kekayaan sumber daya alam ini belum berbanding lurus dengan kemampuan kita
untuk mengelolanya. Sehingga secara ekonomi nilai yang kita peroleh berkurang,Penyebabnya kita masih bergantung kepada pihak asing sehingga harus berbagi laba sesuai kesepakatan. Berbicara tentang laba atau untung merupakan salah satu tujuan dari setiap pelaku
ekonomi atau bisnis.
Pertumbuhan ekonomi dan kemajuan sebuah negara tidak hanya ditentukan oleh transaksi besar seperti ekspor impor hasil perkebunan,hutan ataupun minyak bumi.Pasca pandemi covid 19 perhatian pemerintah terhadap roda perekonomian rakyat makin mendapat perhatian yang lebih
besar. Berbagai program dan dukungan nyata telah diluncurkan,seperti kredit lunak untuk mempertahankan stabilitas perekonomian nasional,salah satu program yang tetap dikembangkan adalah ekonomi kerakyatan melalui pasar tradisional.
Merujuk data yang disampaikan kementerian perdagangan hingga akhir tahun 2022 total pasar tradisionil telah mencapai 16.175 unit pasar. Dari jumlah tersebut 53 unit telah berstandar SNI (Standar Nasional Indonesia). Namun jumlah pasar tersebut belum terpenuhi,mengingat banyak diantara pasar tersebut dalam keadaan rusak karena faktor usia dan terkena bencana alam. Sehingga dari sisi penggunaanya tidak maksimal. Sementara beberapa lainya sedang dalam perbaikan.
Salah satu efek dari kurangnya tempat berjualan ini membuat ketimpangan sosial diantara sesama pedagang,sebagian kecil pedagang terpaksa menjajakan barang dagangannya di pinggir trotoar jalan raya. Selain harus menahan panasnya terik matahari kadang kala pedagang juga
menjadi sasaran dan target polisi pamong praja dengan penggusuran paksa tanpa rasa perikemanusiaan. Untung tidak dapat diraih,malang tak dapat ditolak begitulah kira kira gambaran kehidupan para pedagang di pinggir jalan trotoar. Disatu sisi mereka memang melanggar tata kelola kota dengan melanggar peraturan daerah dan menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Kisah ini mengingatkan kita kepada salah satu gagasan (Alexander Elder) yang menyatakan setiap orang bisa menjadi sukses dengan belajar membaca prilaku pasar.secara umum perkembangan pasar tradisional di negeri ini cukup menggembirakan,walaupun di sana sini masih dijumpai beberapa keluhan dan kekecewaan dari sebagian pelaku pasar pasar tradisional telah banyak menjadi tumpuan hidup masyarakat,baik sebagai pedagang,pembeli,tengkulak,pekerja hingga investor.
Sebutan pasar tradisional di beberapa daerah di Indonesia lazim disebut pasar rakyat bahkan di awal kemerdekaan Indonesia pasar tradisional lebih keren dengan sebutan Pasar Gotong Royong. Zaman dapat berubah bangunan pasar juga bisa berubah namun semua Marwah pasar
tetap terjaga hingga kini,pasar rakyat tetap menjadi pilar kebudayaan dan kearifan lokal kini Pasar Tradisional secara perlahan telah berubah menjadi pasar yang bersih,nyaman dan aman Revitalisasi pasar berupa pembangunan gedung baru,penataan tempat,perbaikan infrastruktur jalan dan adanya fasilitas umum menjadi salah satu pertimbangan pengunjung.
Kesan pasar rakyat yang indentik dengan kata kotor,becek atau tak aman perlahan berkurang. Secara tata kelola manejemen usaha juga sudah berubah total.Pasar tradisional di negeri ini rata rata dikelola oleh pemerintahan daerah atau Badan usaha milik daerah ( BUMD ).Otomatis pengelola pasar diisi oleh professional yang faham masalah ekonomi. Karena bagaimanapun juga penghasilan dari sektor pasar berpengaruh langsung terhadap pendapatan asli Daerah ( PAD) setempat.
Dari beberapa uraian dan penjabaran sebelumnya dapat ditambahkan beberapa fakta lain yang berkaitan dengan pasar rakyat/tradisional :
1. Harga barang yang ditawarkan lebih murah di pasar rakyat dibandingkan dengan pasar modern
2. Produk yang di jual kebanyakan produk lokal Mulai dari sayur sayuran,buah buahan hingga kebutuhan sembako.Semua kebutuhan sehari hari bisa didapatkan sesuai kemampuan keuangan calon pembeli.
3. Proses tawar yang terbuka tanpa terikat harga label. proses transaksi tersebut bila berjalan dengan baik,membuka peluang transaksi jual beli berikutnya dan dapat berakhir dengan menjadi pelanggan tetap.
4. Pasar tradisional telah memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat yang tinggal di daerah setempat.
5. Memutus mata rantai tengkulak, dengan adanya pasar ini para petani dapat langsung membawa sayur atau buah buahan untuk dijual langsung tanpa melibatkan tengkulak.
Sejalan dengan penggalan kalimat dalam kutipan di awal tulisan ini " transaksi berjalan dengan baik " itu sudah dilaksanakan secara bertahap oleh pelaku pasar tradisional di negeri. Kita bebas memilih,menawar dan juga melakukan transaksi jual beli dengan tunai ataupun menggunakan pembayaran non tunai seperti mobile banking ataupun perangkat virtual lainya.
Salah satu pasar tradisional yang telah melakukan transaksi digital adalah Pasar Cisalak yang terletak di Kecamatan Cimanggis Depok. Nuansa berbelanja disini,seakan berada di kampung sendiri. Fasilitas lengkap,harga terjangkau,pilihan banyak Anda akan disambut dengan ramah oleh para pedagang bak seorang raja atau bidadari. Pasar Cisalak telah memperoleh SNI dari Kemendag RI. Pasar rakyat ini adalah salah satu gambaran bahwa pasar tradisionil di negeri ini sedang tumbuh dan berkembang sebagai salah satu pilar kekuatan ekonomi Indonesia.








