Pasien Covid-19 di Tulungagung Butuh Psikiater

Senin, 01/06/2020 - 01:38
Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslacha saat melihat kondisi di daerah terkait penanganan pasien covid-19 yang didampingi Wakil ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih dan Adib Makarim pimpinan DPRD Tulungagung

Wakil Ketua DPRD Jatim Anik Maslacha saat melihat kondisi di daerah terkait penanganan pasien covid-19 yang didampingi Wakil ketua Komisi E DPRD Jatim Hikmah Bafaqih dan Adib Makarim pimpinan DPRD Tulungagung

Klikwarta.com, Jatim - Pasien Covid -19 di Tulungagung terus bertambah. Disisi lain, sebagian pasien hampir mengalami kejenuhan saat di karantina di Rusunawa Universitas Islam Negeri Tulungagung. Untuk itu, perlu didatangkan psikiater agar pasien tidak jenuh di ruang isolasi.

Wakil Ketua DPRD Jatim, Anik Maslacha mengaku psikolog perlu didatangkan di tempat karantina karena pasien mengalami kejenuhan. Maka, untuk mencegah menurunnya stamina akibat stres, perlu kehadiran psikiater dari RSUD Tulungagung atau dari pemerintah.

“Selain psikolog, mereka juga perlu hiburan, semacam TV untuk mengurangi kejenuhan dan alhamdulillah langsung direspon oleh pak Adib ( DPRD Tulungagung) untuk segera di tindaklanjuti,” ungkap Anik saat melihat kondisi di daerah terkait penanganan pasien covid-19 yang didampingi Wakil ketua Komisi E DPRD Jatim, Hikmah Bafaqih dan Adib Makarim pimpinan DPRD Tulungagung, Minggu 31 Mei 2020.

Anik juga dicurhati warga terkait keterbatasan alat PCR test di Tulungagung. RSUD setempat sudah membeli alat PCR test, namun ijin legalitas pengoperasian belum turun. Sementara mobil laboratorium PCR bantuan dari BNPB yang didatangkan ke Tulungagung, Jumat kemarin belum mampu menyelesaikan spesimen. Mengingat masih banyak yang perlu di test PCR. Untuk itu, mobil PCR harus didatangkan kembali agar hasilnya bisa cepat diketahui dan dilakukan isolasi dan tracing.

“Inilah yang harus segera di tindaklanjuti kepada Satgas Covid-19 Jatim untuk membantu mempercepat turunnya ijin dari pemerintah pusat," pintanya. 

DPRD Jatim akan meminta kepada pemerintah pusat untuk menambah bantuan mobil PCR ke Jatim agar bisa mempercepat diagnosa test PCR dan deteksi dini penyebaran. Mengingat di Tulungagung terdapat 64 pasien positif covid-19, 592 PDP (Pasien Dalam Pengawasan) dan 1.207 ODP (Orang Dalam Pemantauan).

“Saya berharap diprioritaskan bagi daerah yang kurva positifnya naik terus namun tidak mempunyai laboratorium PCR tetap, salah satunya di Tulungagung ini,” tuturnya

Politisi asal PKB ini menyatakan ada hal penting yang harus dilakukan oleh semua pihak baik di pemerintah provinsi maupun DPRD, yakni sosialiasi dan edukasi masyarakat agar mau menerapkan protokol kesehatan. Dengan begitu, pasien covid-19 yang sudah sembuh bisa diterima kembali masyarakat dengan baik.

“Kami menerima laporan, masih ada stigma buruk di masyarakat terhadap pasien covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh, karena terlalu berlebihan takut tertular. Disinilah pentingnya edukasi dari pemerintah ke masyarakat,” pungkasnya.

(Pewarta : Supra)

Berita Terkait