Pentingnya Citra Diri bagi Anak

Sabtu, 17/07/2021 - 16:20
Foto Ilustrasi

Foto Ilustrasi

Penulis : Andini Salsabila

Klikwarta.com - Helyantini Soetopo, seorang Trainer Bidang Psikologi dan Pendidikan melalui webinar Erlass via Zoom pada (15/7/2021), memberitahu seberapa pentingnya body image _ atau citra diri bagi anak. Ia mengajak anak remaja untuk menghindari _body image negatif atau citra diri yang negatif. Kemudian, Ia juga menekankan betapa besarnya peran orang tua dalam mengerti kondisi anak untuk mengatasi permasalahan ini. 

Heylantini menyampaikan, anak remaja yang terlalu fokus membandingkan bentuk wajah dan tubuhnya dengan teman sebayanya adalah ciri-ciri remaja yang memiliki body image negatif. Permasalahan ini penting untuk diperhatikan karena untuk remaja, masalah body image atau citra diri merupakan suatu hal yang sangat memengaruhi kehidupan mereka. Remaja terganggu ketika berada di kondisi yang tidak ideal menurut panilaiannya sendiri. 

Selain itu, Helyantini tidak sependapat dengan reaksi orang tua yang marah dan jengkel ketika menghadapi anak remaja yang memiliki permasalahan ini. Seringkali orang tua berkata kepada anaknya sendiri, “apaansih gituan saja dipikirin!”. Perlu diketahui orang tua, hal ini tidak boleh diremehkan karena pada saat anak lulus SD sampai SMA, body image yang dimiliki bisa berdampak negatif untuk mereka. 

Body image negatif ini dipicu oleh penggunaan media sosial yang membuat anak sering membandingkan dirinya dengan temannya atau idola mereka. Akibatnya anak jadi mudah menangis dan tersinggung dengan komentar orang lain mengenai penampilannya. Anak bertanya-tanya mengapa ia mempunyai bentuk tubuh atau wajah yang berbeda dengan teman seusianya. Kemudian, dirinya berandai-andai apabila memiliki wajah atau tubuh yang berbeda maka dirinya akan menjadi lebih sempurna.  Heylantini menekankan jangan sampai anak diet ketat demi mengubah bentuk tubuhnya sehingga dapat membahayakan kesehatan mereka. Jangan diremehkan, paling tidak sampai anak memasuki umur 19 tahun, mulai berkurang citra diri ini.

Selain itu, faktor pemicu lainnya, yaitu ketika anak remaja sering mendapat ejekan, godaan, atau cemooh dari anggota keluarga atau orang lain tentang bentuk tubuh dan karakter fisiknya. “Kita sebagai anggota keluarga sering menggoda karena anak gendut atau jerawatan. Memang maksud kita itu hanya menggoda atau bercanda saja. Akan tetapi kita perlu ingat bahwa kondisi mental anak remaja itu pada dasarnya sensitif sekali,” tuturnya. 

Jadi, ketika orang tua mengejek dengan maksud bercanda, anak dapat tersinggung berat lalu menangis. Upayakan kita sebagai orang tua atau anggota keluarganya tidak menggoda anak mengenai kondisi fisiknya tetapi justru membantu mereka mengurangi berat badannya yang berlebihan atau mengobati jerawatnya dengan cara sehat dan bertahap.

Adanya tekanan atau tuntutan sosial juga dapat menjadi pemicu _body image _ negatif yang dimiliki anak. Misalkan, ketika seorang anak remaja mempunyai kelompok pertemanan, kemudian mereka menuntut anak tersebut mempunyai berat badan yang ideal menurut mereka untuk dapat menjalin pertemanan. Hal-hal seperti ini perlu diketahui oleh orang tua karena akan berdampak negatif untuk kondisi mental anak yang sensitif.

Cara mengatasi body image _ negatif yang dimiliki remaja adalah menanamkan citra diri positif dengan mengubah cara pikir mereka. Penilaian yang baik terkait _body image atau citra diri itu bukan dari segi cantik atau tampan, melaikan dari segi bersih dan sehat, “Ubah cara pikir mereka bahwa kalau kita bersih dan sehat kita akan memancarkan tubuh yang cerah.” ucap Helyantini.

Kemudian, penting juga menyadarkan anak untuk memberi kasih saying kepada dirinya sendiri. Karena banyak anak yang tidak dapat menyayangi diri sendiri karena mereka selalu mencari kekurangannya yang diakibatkan dari hasil membandingkan dirinya dengan orang lain. Helyantini menegaskan, mulailah berhenti membandingkan diri sendiri dengan orang lain dan percaya kepada diri sendiri. Dengan kita mencintai diri sendiri kita jadi tahu cara mencintai orang lain.

(Mahasiswi Politeknik Negeri Jakarta)

Tags

Berita Terkait