Skincare Bagi Laki-laki, Perlukah?

Rabu, 14/07/2021 - 19:34
Gambar Laki-laki sedang cuci muka (Foto/GeorgeRudy)

Gambar Laki-laki sedang cuci muka (Foto/GeorgeRudy)

Klikwarta.com - Merawat tubuh dari ujung kepala sampai kaki merupakan bentuk dari mencintai diri sendiri. Hal ini sebagai perwujudan dari rasa syukur kita kepada Tuhan atas apa yang telah diberikannya. Banyak cara mencintai diri sendiri lewat perawatan diri, bisa dengan meni pedi, luluran, maskeran ataupun skincare.

Hadirnya skincare sebagai salah satu bentuk upaya perawatan wajah dari masalah kulit. Misal seperti jerawat, muka berminyak, komedo, kulit yang kusam, maupun beruntusan. Hal ini tentunya bisa diatasi dengan pemakaian skincare secara rutin dan rasa sabar tingkat tinggi.

Pasalnya tipe kulit tiap orang berbeda-beda, maka cara pemilihan produknya pun menyesuaikan. Terdapat kulit berminyak, kulit kering, dan ada pula kombinasi antara keduanya. Biasanya ditandai pada kadar minyak berlebih di area T. Area itu meliputi sekitar mata, hidung, hingga mulut.

Kategori produk yang bisa dikatakan sebagai skincare pun banyak. Cleanser, toner, moisturizer, sunscreen, serum, hingga face wash termasuk dari rangkaian dasar penggunaan skincare. Masing-masing memiliki fungsi sendiri, mulai dari pembersih, pelembab, tabir surya, dan vitamin.

Variasi harga, merk, dan tingkat kemanjuran sering menjadi pertimbangan dalam pembelian. Tak heran banyak kaum hawa yang memperbincangkan hal ini. Promo seperti potongan harga dan gratis ongkos kirim pembelian online seakan menjadi pahlawan bagi mereka.

Bagi perempuan, wajah cerah berseri, kenyal, dan tampak glowing merupakan suatu dambaan. Maka tak heran acap kali kata skincare sangat melekat pada kegiatan kecantikan. Namun, apakah lantas laki-laki boleh menggunakan skincare?

Stereotipe yang Berkembang

Pernah mendengar lagu Al, El, dan Dul dengan judul Superman? Mungkin saat dulu kita mendengarnya sambil tertawa. Namun bila dibedah lirik lagu tersebut sangat masuk akal. Dituliskan dalam lagu itu bahwa, “Aku bukanlah superman, aku juga bisa nangis.”

Stigma anak laki-laki tidak boleh nangis, anak laki-laki tidak boleh main masak-masakan, dan apapun alasan lain yang menyangkut perempuan, rasa-rasanya masih tabu. Lagi pula menangis adalah salah satu contoh bahwa kita manusia, siapapun berhak menangis atas dasar apapun. Begitu pula dengan skincare, bukan?

Sering kali pemakaian skincare pada laki-laki dianggap sebelah mata karena melakukan hal kecantikan, bahkan dari pihak laki-laki dan perempuan itu sendiri. Sedangkan dasarnya skincare adalah bentuk merawat dan mencintai diri sendiri. Bila dibandingkan, padahal sama saja seperti kita menggunakan minyak kayu putih yang diolesi di perut untuk mencegah sakit perut dan masuk angin.

Dambaan Sang Idaman

Menonojolkan penampilan tak cukup hanya mengandalkan apiknya fesyen. Merawat kulit wajah juga sebagai bentuk kepedulian akan penampilan. Pasalnya standar tampan pada laki-laki sekarang ini adalah layaknya artis Korea bak idol boyband K-pop. Beda dahulu dan sekarang ialah mengidamkan laki-laki ala-ala artis Bollywood dengan berewok dan bulu dada yang tebal. Meski tidak semua, tetapi banyak dijumpai seperti demikian.

Memenuhi semua kriteria dan standar yang ada memang melelahkan. Ibaratnya bagai mencari jarum ditumpukkan jerami. Perlu tenga dan waktu lama untuk menemukan itu semua. Sedikitnya berkat menggunakan skincare ada usaha melakukan sikap kepedulian terhadap penampilannya bagi kaum adam.

Pada intinya biar bagaimanapun menjaga dan merawat kulit wajah adalah kebebasan setiap orang, baik laki-laki maupun perempuan. Kepedulian atas kebersihan wajah menjadi pusat persoalannya. Memiliki kulit yang sehat dan bersih bisa menjadi daya tarik bagi perempuan. Jikalau tidak tampan, setidaknya bersih jauh lebih mendingan, kan?

(Arief Wahyu Pradana/Politeknik Negeri Jakarta)

Tags

Berita Terkait