Soal Protes Warga, Kades Pakam : "Sudah Dilakukan Sosialisasi"

Jumat, 21/02/2020 - 18:47
Pasca warga melakukan protes
Pasca warga melakukan protes

Waspada Corona

Batu Bara, Klikwarta.com - Terkait Jeritan emak-emak Desa Pakam yang memprotes pembongkaran bangunan milik warga dengan mengunakan Excavator (alat berat) yang diduga tanpa melakukan sosialisasi disanggah kepala desa setempat, bahwa hal tersebut tidak benar.

Kepala Desa(Kades) Pakam Rajali Pandiangan mengatakan bahwa apa yang dikatakan oleh warganya adalah tidak benar, padahal sosialisasi sudah dilakukan sebanyak dua kali diaula balai Desa Pakam maupun penampakan secara lisan dilapangan.

"Kita dituding warga telah menerima dari PT ACM" katanya Rojali, Kamis (20/02/2020) di Kantor Camat Medang Deras Kabupaten Batu Bara Provinsi Sumatera Utara.

Lanjutnya Rojali, sebelum pengerjaan dilakukan oleh PT ACM telah diberitahukan selama dua bulan, yang mana Pihak PT ACM telah melakukan Solialisasi yang difasilitasi oleh Pemerintahan Desa dan Kecamatan.

"Bukan Ganti Rugi mungkin Penali Kasih namanya, tapi hal itu antara warga dengan PT ACM", tutur Kades. 

Sementara itu, menurut Camat Medang Deras Syahrizal SH menyampaikan dimana sebelumnya pihak pemerintahan Desa dan Kecamatan telah mengadakan sosialisasi dengan warga, bahkan dihadiri oleh Bupati Batu Bara, yang mana pesannya Bupati, "Mohon kiranya pihak PT ACM memperhatikan warganya, jangan sampai ada yang terzolimi dengan adanya penanaman pipa gas dan warga juga harus mengerti, jangan meminta yang tidak pantas," jelas Camat menirukan.

Ditambahkan Camat, Pemerintahan Desa dan Kecamatan akan berusaha menyampaikan keluh kesah warga yang belum menerima tali asih kepada pihak PT ACM.

"Berhasil atau tidaknya kami gak bisa janji. Namun akan diperjuangkan dan pihak perusahaan bersedia merapikan lokasi penanaman pipa seperti semula", jelas. Rizal.

Seperti diberitakan sebelumnya, warga Desa Pakam sangat mengharapkan Bupati Batu Bara membantu warganya yang merasa terzolimi. Disamping itu, pengertian dari PT ACM untuk bersikap adil dalam pemberian tali asih, warga berharap jangan ada pilih kasih, warga bukan menghalangi pembangunan, tapi warga juga tidak ingin menjadi korban dari pembangunan tersebut.

(Pewarta : Muhamad Yusuf)

Related News

Loading...
loading...