Warga Kecamatan Tetap Pertanyakan Bagi Hasil Plasma ke PT CBS

Kamis, 05/12/2019 - 13:39
Wartawan Klikwarta saat melakukan konfirmasi ke pihak perwakilan PT CBS
Wartawan Klikwarta saat melakukan konfirmasi ke pihak perwakilan PT CBS

Stop Hoax

Klikwarta.com, Kaur - Warga Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur yang memiliki lahan perkebunan bekerja sama dengan PT. Cipta Bumi Selaras (CBS) yang bergerak dibidang perkebunam sawit mempertanyakan bagi hasil Plasma sesuai dengan Perjanjian Kerja Sama atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dibuat pada Tahun 2014 lalu.

Sukardi (40) selaku ketua rombongan Rabu (4/12/2019) kemarin mengatakan dirinya dan kawan-kawan yang memiliki lahan plasma, kemarin (Senin 2/12) mendatangi Kantor PT.CBS beralamat di Desa Tanjung Dalam Kecamatan Tetap Kabupaten Kaur untuk mempertanyakan bagi hasil plasma yang disepakati PT.CBS, mengingat sekarang ini kebun Sawit milik  PT.CBS sudah panen.

"Mewakili pemilik lahan plasma lainnya, sesuai di dalam surat MoU yang disepakati pada Tanggal 1 Juli 2014 dan ditandatangani antara pihak 1 pemilik lahan, pihak 2 Evan Roy selaku Maneger Projek PT.CBS  dan pihak 3 pemerintahan Desa, sebagaimana diatur dalam pasal 2 ayat 1: Seluruh biaya yang dikeluarkan oleh PIHAK KEDUA untuk pembangunan kebun Plasma PIHAK PERTAMA, akan dikembalikan berupa Kredit", sampainya.

Kemudian lanjut dia pada Ayat 2: Cicilan kredit dimulai pada tahun keempat (IV) atau panen pertama, direncanakan selambat-lambatnya selama empat (4) Tahun.

Ayat 3: Setelah cicilan kredit selesai, sertifikat diserahkan kepada pemilik lahan atau PIHAK PERTAMA.

"Bahwa setiap pemilik lahan Plasma mendapatkan bagi hasil plasma sebagaimana dalam pasal 2 ayat 2, artinya, mau digarap atau tidak lahan kebun kami, pihak PT.CBS Wajib mematuhi MoU tersebut. Karena itu sudah sah dimata hukum dan sekarang ini sudah memasuki tahun ke lima sejak MoU disepakati. Artinya PT.CBS Tidak Tepati MoU tersebut", tegas Sukardi.

Saat dikonfirmasi langsung dengan Asko Alponso (58) membidangi CSR di wilayah kecamatan Tetap dan didampingi Arjun Tahuri Selaku Kabag Humas PT.CBS Kabupaten Kaur membenarkan kemarin (Senin 2/12) warga mendatangi kantor PT.CBS di Desa Tanjung Dalam kecamatan Tetap untuk mempertanyakan bagi hasil plasma PT.CBS tersebut.

"Merujuk pada MoU tersebut memang betul, tapi karena masih banyak kendala, faktor alam lahan banyak tebing dan mengurus perizinan sehingga pembukaan lahan baru dimulai tahun 2016, maka pembagian hasil Plasma belum dapat direalisasikan, saat ini kebun masih berbuah Pasir", ungkapnya.

"Kami berharap kepada masyarakat yang mempunyai lahan kiranya untuk bersabar, karena kita penandatangan Kredit dengan Bank BRI Agro baru dilaksanakan tahun 2018, sehingga kemungkinan pembagian hasil plasma dapat direalisasikan tahun 2020 atau 2021 yang akan datang. Semua pemilik plasma khususnya kecamatan Tetap, itu tergabung dalam keanggotaan Koperasi Tetap Bumi Selaras (TBS) dan di ketuai oleh Pak Esyan Siratjudin. Untuk lebih jelasnya silakan konfirmasi dengan ketua Koperasi TBS", tutur Asko.

Hingga berita dionlinekan, Ketua Koperasi TBS Esyan Siratjudin belum dapat dikonfirmasi. (Sulek)

A

B

C

Related News

Loading...
loading...