BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar Sepakat Kerjasama dengan Pemkab Blitar untuk Lindungi Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Bagi Petani Tembakau di Kabupaten Blitar
Klikwarta.com, Blitar - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJamsostek) Cabang Blitar berkesepakatan dengan Pemkab Blitar untuk melindungi ketenagakerjaan daripada petani tembakau di Kabupaten Blitar.
Kesepakatan ini diwujudkan melalui penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) antara kedua belah pihak di kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Blitar.
Kepala BPJamsostek Cabang Blitar Venina menjelaskan, kerjasama ini spesifiknya terkait penyediaan bantuan iuran kepesertaan program jaminan sosial bagi para pekerja di sektor pertanian, terutama mereka yang berkecimpung dalam industri tembakau.
Pembiayaan bantuan iuran ini dialokasikan dari anggaran Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun anggaran 2024 dari pemerintah pusat.
"Dengan pendanaan dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT), para pekerja ini akan didaftarkan dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM)," ungkap Venina, Jumat (9/8/2024).
Venina juga mengapresiasi sekaligus menyampaikan terima kasih kepada Pemkab Blitar atas komitmennya dalam memberikan perlindungan kepada 5.387 pekerja di sektor pertanian tembakau.
"Dengan adanya jaminan sosial ini, para petani tembakau dan buruh tani dapat bekerja dengan lebih tenang. Ketika terjadi kecelakaan kerja, biaya pengobatan akan ditanggung hingga sembuh dan jika ada peserta yang meninggal dunia, keluarganya akan menerima jaminan kematian sebesar Rp 42 juta," urainya.
Diakuinya langkah Pemkab Blitar ini merupakan bagian dari upaya untuk memastikan kesejahteraan para pekerja di sektor informal. Setiap pekerja akan didaftarkan dengan iuran sebesar Rp 16.800 per bulan yang sepenuhnya didanai DBHCHT.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Blitar Tavip Wiyono menjelaskan bahwa program ini adalah wujud nyata dari perhatian pemerintah daerah terhadap petani tembakau.
"Kami ingin memastikan bahwa para petani tembakau di Blitar merasa terlindungi dan dihargai. Mereka adalah tulang punggung ekonomi daerah, dan sudah seharusnya kita memberikan perlindungan yang layak bagi mereka," kata Tavip.
(Pewarta : Faisal NR)








