Bupati Klaten Ajak ASN Jadi Pelopor Kesadaran Berzakat

Jumat, 22/04/2022 - 18:22
Gerakan penyaluran zakat oleh Baznas, pada Selasa 12 April 2022 lalu, di Pendapa Pemkab Klaten

Gerakan penyaluran zakat oleh Baznas, pada Selasa 12 April 2022 lalu, di Pendapa Pemkab Klaten

Klikwarta.com, Klaten -  Menjelang hari raya Idul Fitri 1443 H, gerakan zakat di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Klaten, terus didengungkan Bupati Klaten, Sri Mulyani.

Bupati meminta jajaran pejabat dan ASN Pemerintah Kabupaten Klaten, Badan Usaha Milik Desa (BUMD), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan  masyarakat, untuk menyalurkan zakat melalui Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Klaten. Zakat yang terkumpul diharapkan meningkat, sehingga dapat mensejahterakan masyarakat, khususnya bisa menopang program pengentasan kemiskinan.

“Saya masih ingat pesan Ketua Baznas Jawa Tengah beberapa waktu, kalau APBD itu tangan kanan Bupati dan Baznas itu tangan kiri. Kalau semua masalah harus dipenuhi dengan APBD, hal itu membutuhkan proses. Saya berharap Baznas menjadi solusi untuk percepatan penanganan masalah ” terang Bupati, Jumat (22/04/2022), kepada wartawan.

Hal ini juga ditegaskan Bupati Sri Mulyani, pada acara gerakan penyaluran zakat yang digelar Baznas Klaten, di Pendapa Pemkab Klaten, pekan lalu, tepatnya Selasa 12 April 2022.

Gerakan berzakat merupakan tindak lanjut Pemkab Klaten atas Instruksi Presiden, dengan membayarkan zakat melalui Baznas pada program “Cinta Zakat Mensejahterakan Umat”.

Di sisi lain, gerakan zakat juga menjadi bagian dari upaya Pemkab Klaten untuk percepatan penurunan angka kemiskinan.

Bupati Sri Mulyani menjelaskan, dana dihimpun dari Baznas untuk membantu masyarakat, terutama masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, guna mengentaskan kemiskinan di Kabupaten Klaten.

“Baznas akan menyalurkan amanah dari seluruh ASN, BUMN, BUMD yang ada di Kabupaten Klaten atau warga yang mampu menitipkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) kepada Baznas Kabupaten Klaten. Saya berharap para ASN dan masyarakat kian tumbuh kesadarannya untuk berzakat", ujar Bupati.

Sementara itu, Ketua Baznas Klaten, Muchlis Hudaf, mengapresiasi instruksi Presiden tersebut untuk mendorong para ASN agar menunaikan zakat.

Baznas pun turut berupaya mensejahterakan masyarakat dalam penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Klaten, salah satunya melalui rehab rumah tidak layak huni (RTLH). Apalagi jumlah penduduk miskin di wilayah Klaten, masih ada sekitar 144 ribu orang.

Muchlis juga optimistis target zakat pada 2022 mencapai Rp10 miliar atau naik dibanding tahun 2021 yang terkumpul hanya Rp4,5 miliar.

“Kami atas nama pimpinan Baznas beserta jajaran, memohon, mengajak, mengimbau kepada kita semua untuk menyisihkan sebagian (harta) yang Allah titipkan, demi kepentingan kemakmuran dan kesejahteraan bersama, sekaligus untuk menanggulangi kemiskinan", ajak Muchlis.

Ia juga menyampaikan, Baznas Klaten mendukung program pengentasan angka kemiskinan hingga mencapai kurang dari 10 persen, sesuai target pemerintah.

“Bersama Pemkab Klaten, Baznas bekerja sama mendukung program pengentasan kemiskinan. Hal itu disesuaikan dengan delapan asnaf (golongan penerima zakat) khusus golongan fakir dan miskin", tandasnya, mengakhiri.

Pewarta : Danang K

Berita Terkait