Deteksi Dini dan Validasi Data Jadi Catatan Bupati Rini Tekan Laju Kasus Covid-19 di Blitar

Kamis, 08/07/2021 - 20:20
Bupati Blitar Rini Syarifah (Mak Rini). (foto : Faisal NR / dok. Klikwarta.com)

Bupati Blitar Rini Syarifah (Mak Rini). (foto : Faisal NR / dok. Klikwarta.com)

Klikwarta.com Blitar - Menilik kembali cukup tingginya laju peningkatan kasus penyebaran dan penularan Covid-19 di kabupaten Blitar dua hari terakhir, Bupati Blitar Rini Syarifah mencatat ada dua hal krusial yang mesti diperbaiki untuk mengendalikan laju peningkatan penularan Covid-19 yakni perihal deteksi dini dan validasi data warga yang terpapar virus Korona atau Covid-19. 

Bupati Rini menjelaskan, deteksi dini terhadap warga yang terjangkit Covid-19 dari tingkat desa menjadi garda terdepan bagaimana upaya pencegahan penularan Covid-19 bisa dilakukan. Tingkat gejala yang dialami masyarakat harus mampu dianalisa dengan baik oleh petugas terkait.

"Jadi hari ini tolong puskesmas harus lebih detail untuk penanganan pasien yang mungkin dari ringan ke sedang, bisa segera tertangani. Jadi tidak sampai ke berat.  Karena masyarakat yang sudah telat ke rumah sakit, akhirnya banyak yang tumbang atau meninggal," katanya setelah vidcon dengan kepala Puskesmas se- kabupaten Blitar, Kamis (8/7/2021) . 

Sosialisasi kepada masyarakat terkait peningkatan koordinasi pelayanan kesehatan Puskesmas menurutnya bisa lebih diperbaiki, agar tujuan pendeteksian dini untuk mencegah penularan Covid-19 bisa dilakukan. TracingTesting dan Treatment pengamatannya akhir-akhir ini perlu ditingkatkan.

Untuk itu, bupati yang akrab disapa Mak Rini ini meminta Puskesmas di seluruh kabupaten Blitar untuk memaksimalkan kualitas kinerja pelayanan kesehatan kepada masyarakat demi menyelesaikan kasus Covid-19. 

"Kemudian penjaringan terhadap masyarakat yang positif, tracing dan juga validasi data termasuk kondisi bor di setiap desa atau kelurahan. Jadi nanti juga maksimalkan vaksinasi testingtracing. Ini yang penting kita akan bekerja sama dengan tiga pilar, kalaupun nanti ada masyarakat yang terkonfirmasi positif tidak kita deteksi dari puskesmas, mungkin dari desa Bhabinkamtibmas bisa mendorong  mereka segera berobat. Itu yang kita tingkatkan," ungkap Rini.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Blitar Izul Marom menambahkan, situasi meningginya kasus penularan Covid-19 dan orang meninggal karena virus ini mesti menjadi atensi utama bersama, bagaimana pemerintah daerah terus berupaya membuat kebijakan sebaik dan setepat mungkin untuk merespon persoalan pandemi ini agar segera teratasi. 

Menanggapi data kematian orang karena terpapar Covid-19, Izul meminta Puskesmas hingga Rumah Sakit bisa mengeksplorasi detail data informasi terkait persoalan ini. Sehingga, data ini nantinya bisa dianalisa untuk diacu sebagai bahan pembentukan kebijakan pemerintah daerah secara maksimal.

"Kita sejak awal memang tingkat kematian kita itu tinggi. Dan ini perlu kita lihat secara rinci. Saya ingin data itu bisa dianalisa kemudian kita membuat kebijakan dari data-data itu. Angka-angka kematian itu harusnya kita punya data itu lengkap, terutama di rumah sakit. Jadi tidak sekedar meninggal terus selesai. Tetapi data itu yang kita olah. Kalau kita tidak punya data itu, akhirnya kita tidak bisa treatment-nya. Itu permasalahan yang seperti apa, tujuannya agar bisa menekan angka kematian," jelasnya.

(Pewarta : Faisal NR)

Berita Terkait