Foto oleh : Blogspot
Oleh : Aulia Shifa Azzahra
Klikwarta.com - Pasar Sumber Arta, pasar yang terletak di Kota Bekasi, Jawa Barat ini merupakan pasar tradisional yang selalu ramai setiap harinya. Bersama Ibu, Aku berkunjung ke pasar itu untuk membeli bahan masakan sehari-hari kami. Suara klakson angkutan umum dan kendaraan lain sangat memenuhi telingaku. Ini kali pertamaku ikut Ibu ke pasar dan pengalaman inilah yang tidak akan aku lupakan.
Pasar Sumber Arta pagi hari sangat ramai dikunjungi oleh ibu-ibu rumah tangga. Saat aku mulai memasuki pasar, para pedagang tengah sibuk melayani pembelinya. Pedagang sayur yang sedang menata sayurannya di atas meja, pedagang ikan yang sedang mencuci bersih sisik ikan-ikan, dan pedagang bumbu yang sedang menyendokan bumbu ke dalam plastik. Ibu selalu mengingatkanku untuk waspada terhadap barang-barang pribadi, karena pencurian wajar saja terjadi saat di pasar.
Pedagang pertama yang kami kunjungi adalah pedagang daging. Ibu membeli daging sapi satu kilogram. Aku melihat padagang tersebut memotong-motong daging sesuai dengan permintaan Ibuku. Sungguh menyenangkan saat aku bisa melihat kegiatan tersebut. Setelah mendapatkan daging, Ibu langsung mengajakku ke kios pedagang bumbu. Saat itu aku baru tahu bahwa di Pasar Sumber Arta ini, terdapat banyak perbumbuan yang dapat diracik sesuai kebutuhan masakan. Aku melihat Ibu meminta bumbu rendang sesuai dengan seleranya.
Selanjutnya, kami ke pedagang sayur, Ibu menyuruhku untuk membeli setengah kilogram kentang dan tiga ikat kangkung. Aku membeli kedua sayur tersebut sesuai permintaan Ibu di kios sayur. Setelah selesai membeli, Aku bergegas menyusul Ibu ke kios tahu dan tempe. Saat menuju kios tersebut, Aku tidak sengaja menginjak genangan air. Terkejutnya bukan main, awalnya aku merasa aneh, namun setelah menyadari bahwa Pasar Sumber Arta adalah pasar tradisional, hal tersebut wajar terjadi.
Selesai belanja, kami memutuskan untuk pulang. Selama di pasar, Aku begitu banyak menemukan hal-hal baru yang belum pernah aku lihat saat berbelanja di pasar modern. Aku cukup menikmati pengalaman tersebut dan merasa senang saat Ibu akan mengajakku lagi saat berkunjung ke Pasar Sumber Arta. Beragam aktivitas sangat terlihat di pasar ini. Aku juga menyadari ekspresi para pembeli sangat menghiasi dan mewarnai pasar ini.








