Lukmanul Khakim Umumkan Keberhasilan PKB Usulkan Pencabutan TAP MPR Penghalang Gelar Pahlawan Gus Dur

Sabtu, 28/09/2024 - 21:06
Calon Gubernur Jatim nomor urut 1 Luluk Nur Hamidah

Calon Gubernur Jatim nomor urut 1 Luluk Nur Hamidah

Klikwarta.com, Bojonegoro - Calon Gubernur Jatim nomor urut 1, Lukmanul Khakim, melakukan silaturahmi dalam rangka memperingati maulid Nabi di Pondok Pesantren Alhamdulillah, Bojonegoro (28/9/2024).

Kunjungan tersebut disambut hangat dan penuh antusias oleh masyarakat Bojonegoro. dalam momentum Maulid Nabi Muhammad, Lukman mengajak seluruh masyarakat yang hadir untuk memperkuat tali persaudaraan dan meningkatkan keimanan.

Selain itu, Lukman juga melaporkan hasil perjuangan politik oleh Fraksi PKB di MPR RI mengenai progres pencabutan TAP MPR Nomor II tahun 2001.

"Pada 23 September lalu, Fraksi PKB MPR RI telah mengusulkan melalui rapat paripurna di DPR RI untuk mencabut TAP MPR No. II tahun 2001," ungkap Lukman.

Menurut Lukman, TAP tersebut dianggap sebagai penghalang untuk menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, tokoh besar yang dianggap berjasa dalam perjalanan bangsa ini.

Lukmanul menegaskan bahwa perjuangan ini tidak hanya tentang penghargaan, tetapi juga soal meluruskan sejarah dan memperbaiki nama besar Gus Dur. Menurutnya, Gus Dur adalah sosok yang berjasa besar dalam memperjuangkan hak-hak kaum minoritas dan memajukan demokrasi di Indonesia.

"Kedepannya, dengan perjuangan politik PKB, kami akan terus berjuang untuk meluruskan sejarah, memperbaiki nama besar beliau, dan mengusulkan Gus Dur menjadi Pahlawan Nasional," tegasnya.

Selain membahas isu nasional, Lukman meminta restu serta dukungan dari masyarakat Bojonegoro dalam kontestasi Pilgub Jatim sebagai Calon Wakil Gubernur bersama pesangannya, Luluk Nur Hamidah.

Dalam kesempatan tersebut, Lukman juga menyinggung sejumlah tantangan yang dihadapi Jawa Timur saat ini. Salah satunya adalah persoalan kemiskinan yang masih tinggi, terutama di wilayah pedesaan. Ia juga menggarisbawahi pentingnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menyoroti masih minimnya perhatian terhadap sektor UMKM yang seharusnya menjadi tulang punggung perekonomian daerah.

“Kalo ini (UMKM) kita bisa genjot programnya, mulai dari pendidikannya, pelatihannya, Bimbingan teknisnya, sampai nanti dikawal asper pemodalannya, kemudian hilirnya kita kawal supaya UMKMnya berkembang” tegas Lukman.

Lukman menegaskan, pentingnya pendampingan bagi para pelaku UMKM agar terus berkembang dan tidak mengalami stagnasi. Ia menambahkan bahwa pendampingan tidak sekedar pemberian modal atau pelatihan, melainkan harus mencakup seluruh proses, mulai dari hulu hingga hilir. Pemerintah diharapkan bisa memberikan akses terhadap teknologi, memperluas pasar, serta menjembatani kolaborasi antara UMKM dan pelaku industri yang lebih besar, sehingga UMKM dapat bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

“Dengan adanya pendampingan yang menyeluruh, usaha mikro diharapkan dapat naik kelas menjadi usaha menengah, dan usaha menengah dapat tumbuh menjadi besar”, jelasnya.

Lukman menutup silaturahmi tersebut dengan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersinergi dalam upaya memperkuat ekonomi lokal melalui pengembangan UMKM. Ia percaya, jika UMKM mendapat dukungan yang tepat, sektor ini akan mampu menjadi motor penggerak ekonomi Jawa Timur yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Kontributor : Supra 

Berita Terkait