Ditelikung Dishub Jatim, Sopir Angkot Siap Gagalkan Bus Transjatim Koridor II

Senin, 10/07/2023 - 09:22
Sopir Angkot Siap Gagalkan Bus Transjatim Koridor II

Sopir Angkot Siap Gagalkan Bus Transjatim Koridor II

Klikwarta.com, Jawa Timur - Serikat Sopir Indonesia (SSI) Jawa Timur meluapkan kekecewaannya karena pernah ditelikung saat Bus Transjatim koridor I dilaunching pada 19 Agustus 2022. Para sopir angkot akan menggagalkan Bus Transjatim koridor II, jika Dinas Perhubungan Jatim tidak penuhi janji manisnya kepada para sopir angkot.

Untuk diketahui, Bus Transjatim koridor II rencananya dilaunching pada Bulan Agustus atau September 2023. Rutenya meliputi Terminal Purabaya-Pasar Krian-Balongbendo-Mlirip-Terminal Kertajaya Mojokerto.

Ketua SSI Jatim, Siswoyo mengungkapkan  bahwa para sopir pesimis Dishub Jatim penuhi janji-janji manisnya. Yakni mengakomodir sopir angkot terdampak untuk menjadi pengemudi Bus Transjatim dan memberi kompensasi. Mengingat peluncuran Bus Transjatim koridor I rute Surabaya -Sidoarjo- Gresik, Dishub Jatim mengingkari komitmennya. Para sopir merasa kecewa dengan sikap Kadishub yang tidak memperhatikan nasibnya.

Siswoyo membeberkan Dishub pernah mengajak audensi dengan para sopir untuk membicarakan kompensasi dan mengakomodir menjadi pengemudi bus Transjatim koridor I. Namun komitmen Dishub hanya omong kosong hingga akhirnya Bus Transjatim koridor I dilaunching.

"Untuk koridor I subsidi belum jalan sampai saat ini. Maka kejadian koridor I memancing ketidakpercayaan sopir. Awalnya diajak audensi, tidak sampai tuntas tiba-tiba sudah jalan (Bus Transjatim)," ujarnya, dikonfirmasi, Minggu 9 Juli 2023.

Kejadian beroperasinya koridor I menjadi kekhawatiran para sopir, yakni Dishub hanya tebar janji manisnya saja untuk memuluskan launching koridor II. Mengingat beroperasinya Bus Transjatim koridor I telah membuat penghasilan sopir turun drastis yakni lebih dari 50 persen.

"Ini yang dikhawatirkan para sopir koridor I menjadi contoh. Kejadian koridor I supaya tidak menimbulkan masalah juga," ucapnya.

Disisi lain, Siswoyo menilai kajian rencana launching Bus Transjatim koridor II juga kurang. Kajian itu menyangkut efek positif dan negatif terhadap masyarakat. Terutama para sopir. Kajian tidak pernah dibicarakan bersama serikat sopir. Dishub hanya bermodalkan survei dari akademisi.

"Kajian-kajian juga kurang. Kebutuhan masyarakat, efek positif negatif terhadap masyarakat terutama sopir belum dibicarakan. Sebelumnya kajian tidak pernah dibicarakan. Subyek pembahasan masalah masyarakat (sopir). Kalau tidak ngajak ngomong masyarakat yang ada disitu kan ya sulit," tegasnya.

Siswoyo berharap Dishub tidak mengingkari komitmennya seperti koridor I. Jika koridor II Dishub hanya tebar janji manis, para sopir akan menggelar aksi menolak operasional bus Transjatim.

"Kalau bohong, kita akan turun aksi untuk menolak bus Transjatim. Kami berharap Pemprov komitmen seperti halnya di Jakarta dan Semarang, program itu terus berkelanjutan," pungkasnya.

Sementara Kadishub Jatim saat dikonfirmasi melalui WhatsAppnya terkait keluhan para sopir tidak memberi jawaban.

Sebelumnya Dinas Perhubungan Jawa Timur akhirnya menebar janji manis pasca adanya pengecaman bus Transjatim oleh Serikat Sopir Indonesia (SSI) menjelang peluncuran bus di Koridor II rute Terminal Purabaya, mulai hingga Terminal Kertajaya, Mojokerto pada Agustus atau September. Janji tersebut yakni sebagian sopir akan diakomodir menjadi pengemudi bus Transjatim.

Kepala Dishub Jatim, Nyono menyebut bahwa bus Transjatim kemungkinan beroperasi antara bulan Agustus atau September mendatang. Ia mengungkapkan bahwa saat ini masih ada sejumlah problem yang masih harus diselesaikan, yakni merampungkan halte atau shelter yang masih kurang 30 persen.

“Target kami sebelum ulang tahun Provinsi Jawa Timur bisa selesai dan beroperasi,” ujar Kepala Dinas Perhubungan Jatim Nyono, Kamis 6 Juli 2023.

Nyono membeberkan bahwa saat ini memang masih ada kendala yang harus diakomodir.  Yakni mengakomodir beberapa feeder terutama trayek yang terdampak Trans Jatim terutama koridor II.

“Akomodirnya dalam bentuk bisa merekrut sopir untuk menjadi sopir Bus Trans Jatim. Tapi tidak semua sopir bisa kita rekrut. Harus yang memenuhi syarat, kalau terlalu tua sekali kan kasihan karena ini menyangkut keselamatan,” katanya.

Nyono menambahkan terkait feeder sudah dibicarakan dengan para sopir yang terdampak. Yakni sekitar 80-100 persen terdampak akibat operasional Bus Trans Jatim.

“Nantinya Bus Trans ini sebenarnnya sebagai pengumpan (feeder) bagi para sopir ini. Artinya penumpang yang turun dari Bus Trans Jatim bisa dijemput oleh feeder ini. Termasuk angkutan online. Yang penting harapan kami Bus Trans Jatim bisa jalan dulu,” pungkasnya.

Berita Terkait