Gubernur Ansar Ahmad saat Berkunjung ke Desa Penaga Kabupaten Bintan
Klikwarta.com, Bintan - Pancaran sinar akan Wajah-wajah penuh kerinduan begitu terlihat jelas saat Mantan Bupati Bintan dua periode ini turun dari mobil dan menyapa masyarakat.
Kerinduan masyarakat Bintan pada umumnya, khususnya masyarakat kampong tanah merah,rekoh,belak, segelap yang ada di desa Penaga, pada sosok Ansar Ahmad memang sangat wajar.
Ansar Ahmad semasa memimpin kabupaten Bintan selama 2 priode memang paling rajin turun ke masyarakat. Bahkan tidak jarang tidur di rumah-rumah masyarakat yang berada di pelosok-pelosok untuk mendengarkan curahan hati masyarakat yang dipimpinnya.
Sebagai pemimpin yang memimpin daerah minus infrastruktur saat itu, tekad Ansar Ahmad kuat untuk menjadikan Bintan menjelma jadi daerah baru meski hanya ditopang dengan APBD tidak lebih dari Rp 500 milyar.
Di tangan Ansar Ahmad, Bintan kemudian jadi daerah dengan indeks infrastruktur yang besar, angka kemiskinan berhasil ditekan jadi 4 persen dan angka pengangguran mengalami peurunan.
wajar.., di setiap kunjungannya ke Bintan beliau selalu dirindukan dan mendapat pelukan hangat masyarakat.
"Beliau selalu di hati kami sampai kapan pun," kata Hamdan, salah seorang tokoh masyarakat Penaga. Senin (22/01/2024).
Kini, mimpi beliau yang ingin menjadikan Kepulauan Riau jadi salah satu daerah pusat ekonomi baru di wilayah Indonesia bagian barat mulai memperlihatkan hasil.
Berbagai infrastruktur besar dan kecil dia bangun di Kepulauan Riau. Kabupaten yang masih tertinggal dia bantu dengan berbagai program baik dari APBD maupun APBN melalui lobby di berbagai Kementrian.
Kepiawaiannya dalam lobby ke pemerintah pusat telah membuktikan bahwa Ansar Ahmad salah seorang kepala daerah yang dinilai sukses memimpin daerah oleh pemerintahan Joko Widodo.
Karenanya selama Ansar Ahmad memimpin Kepulauan Riau sudah berkali-kali Presiden Joko Widodo berkunjung ke Kepulauan Riau. Pada hal secara politik, Kepulauan Riau tidak masuk hitungan. Wilayah yang tidak begitu luas dengan jumlah penduduk yang kecil.
Kontributor: Arif








