Kepala KPPN Ruteng Ahmad Zainuddin
Klikwarta.com, Ruteng - Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) Puskesmas Tahap I tahun 2026 senilai Rp24,27 miliar telah berhasil disalurkan KPPN Ruteng ke 104 puskesmas di empat kabupaten di wilayah Nusa Tenggara Timur, dengan fokus utama menurunkan angka stunting, kematian ibu, dan kematian bayi.
Penuntasan penyaluran tahap pertama ini dilakukan pada tanggal 8 Mei 2026, sesuai dengan porsi 30% dari total alokasi dana BOK Puskesmas tahun ini yang mencapai Rp80,91 miliar. Sisanya akan disalurkan melalui Tahap II (40%) dan Tahap III (30%) dalam waktu yang akan datang.
Kepala KPPN Ruteng, Ahmad Zainuddin, menjelaskan bahwa dana ini merupakan bagian dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik yang diperuntukkan untuk mendukung program prioritas kesehatan masyarakat.
“Penggunaan dana difokuskan pada empat bidang utama: kesehatan keluarga, perbaikan gizi masyarakat, pengendalian penyakit, serta peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar. Semua ini untuk memastikan dampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dana yang disalurkan langsung ke rekening masing-masing puskesmas tersebut merata untuk wilayah Kabupaten Manggarai Timur, Manggarai Barat, Ngada, dan Manggarai dengan rincian sebagai berikut:
- Kabupaten Manggarai Timur: 29 puskesmas menerima Rp8,10 miliar
- Kabupaten Manggarai Barat: 26 puskesmas menerima Rp6,96 miliar
- Kabupaten Ngada: 24 puskesmas menerima Rp4,34 miliar
- Kabupaten Manggarai: 25 puskesmas menerima Rp4,14 miliar
Selain untuk menekan angka masalah kesehatan utama, penyaluran dana ini juga diharapkan mampu meringankan beban pembiayaan kesehatan masyarakat setempat dan mendorong peningkatan mutu layanan di tingkat puskesmas.
“Kita juga dukung pilar transformasi kesehatan nasional, mulai dari penguatan layanan primer, layanan rujukan, hingga peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan,” tambah Ahmad Zainuddin.
Untuk menjamin tujuan tersebut tercapai, KPPN Ruteng menekankan pentingnya tata kelola dana yang baik, transparan, dan akuntabel. Kerja sama erat antara pihak puskesmas dengan Dinas Kesehatan masing-masing kabupaten juga menjadi kunci keberhasilan dalam pengelolaan dan pelaporan penggunaan dana.
“Dengan dukungan dana operasional yang memadai, kami berharap seluruh puskesmas dapat bergerak lebih aktif dan maksimal dalam memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat,” pungkasnya.
Kontributor : Kordian








