Peduli Kebersihan, TP PKK Trenggalek Gelar Grebeg Pasar

Minggu, 16/04/2023 - 03:11
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, saat mengunjungi salah satu Pasar Tradisional di Kabupaten Trenggalek, Sabtu (15/4/2023).

Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, saat mengunjungi salah satu Pasar Tradisional di Kabupaten Trenggalek, Sabtu (15/4/2023).

Klikwarta.com, Trenggalek - Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Trenggalek, Novita Hardini, melakukan kunjungan ke pasar, dalam rangka grebeg pasar secara serentak di 14 Kecamatan se-Kabupaten Trenggalek, Sabtu (15/4/2023).

Dalam hal ini dilakukan untuk mempersiapkan lebaran Hari Raya Idul Fitri 1444 H Tahun 2023, untuk warga masyarakat Kabupaten Trenggalek ataupun warga dari luar Kabupaten Trenggalek yang mudik, dalam melakukan kegiatan sehari-hari," yaitu belanja kebutuhan makanan pokok di pasar," kata Novita Hardini, Ketua TP PKK Kabupaten Trenggalek.

Selanjutnya, kegiatan grebeg kebersihan Pasar ini dilakukan di 14 Kecamatan se-Kabupaten Trenggalek, oleh Tim Penggerak PKK," kami Tim Penggerak PKK melakukan pembinaan tentang pembuangan sampah untuk kebersihan lingkungan Pasar di wilayah Kecamatan masing - masing secara serentak hari ini," imbuhnya.

Lebih lanjut, dalam kegiatan ini Tim Penggerak PKK juga membagikan tas serta stiker untuk mewujudkan Kabupaten Trenggalek yang hijau, tadi kita membagikan tas Tas Spunbond dan stiker, yang artinya para pedagang berkomitmen menjaga kebersihan lingkungan, dan kalau bisa tempat sampah ada dua yaitu sampah kering dan basah," agar mempermudah kegotong Royongan antara petugas Pasar, Dinas PKPLH dan Dinas Komindag dan antar pedagang itu sendiri," tuturnya.

Kemudian, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Trenggalek, juga mensuport para pedagang untuk bisa berjualan secara online dan akan membantu pedagang agar bisa berjualan secara online.

"Salah satu tujuan saya datang di Pasar ini adalah memfilter pedagang mana yang bisa membuka jualan di online, contohnya makanan kering, dan tanda ada beberapa sport yang sudah berjualan di online," cetusnya.

Tantangannya dalam hal ini, para pedagang konvensional semakin sepi karena masyarakat sudah bisa menanam cabai, bawang sendiri ini yang menyebabkan pedagang konvensional menjadi sepi dagangannya.

"Dalam hal ini Dekranasda dan Dinas Komindag Kabupaten Trenggalek akan mencarik rumusan atau formula bagaimana meningkatkan daya beli masyarakat dan mengedkasi pedagang agar bisa menyajikan produknya, karena kita lihat persaingan pedagang bawang ini sangat ketat, bahkan masyarakat bisa berjualan tidak harus datang di pasar," pungkasnya.

Pewarta: Hardi Rangga

Berita Terkait