Pengaruh Jangka Panjang Infeksi COVID-19 Pada Kesehatan Jantung dan Pembuluh Darah

Senin, 29/11/2021 - 13:00
dr. Drastis Mahardiana, Sp. JP FIHA RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar
dr. Drastis Mahardiana, Sp. JP FIHA RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar

Klikwarta.com, Blitar - Virus Covid-19 masuk ke dalam tubuh manusia melalui reseptor ACE 2 yang terekspresi di berbagai organ manusia. ACE 2 adalah sebuah enzim yang bertugas mengubah Angiotensin II, salah enzim vasokonstriktor kuat pada pembuluh darah yang berperan besar dalam kejadian hipertensi menjadi angiotensin I-7, salah satu enzim vasodilator yang bertujuan mengendalikan tekanan darah.

ACE 2 ini banyak ditemukan pada individu yang memiliki kandungan Angiotensin II yang banyak dalam tubuhnya, karena sifat ACE 2 adalah menetralisir efek hipertensi yang disebabkan oleh peningkatan enzim Angiotensin II pada tubuh. Individu yang memiliki kandungan enzim Angiotensin II yang banyak terdapat pada individu dengan hipertensi, CVA (Cerebrovascular Attack) atau Stroke baik Stroke perdarahan maupun trombotik dan emboli, Penyakit Ginjal Kronis (PGK) untuk semua level, Diabetes Mellitus tipe I dan II, Dislipidemia baik Hipertrigliseridemia dan Hiperkolesterol terutama LDL, Obesitas tipe central, Hiperaldosteronisme, Penyakit Jantung Koroner, Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK), Asma Kronis dan Aterosklerosis pembuluh darah perifer (kaki dan tangan).

Semakin banyak ekspresi enzim ACE 2 di dalam tubuh menyebabkan seseorang semakin rentan untuk terinfeksi oleh virus Covid-19. Tanda dan gejala klinis yang muncul pada setiap individu yang terinfeksi virus Covid-19 pun berbeda-beda tergantung dari dimana organ yang memiliki ekspresi ACE 2 paling banyak.

Jika ekspresi terbanyak berada pada organ paru maka keluhan yang dominan adalah sesak, nyeri dada dan batuk kering. Kalau di organ jantung keluhan yang dominan adalah nyeri dada dan berdebar, kalau di organ otak dominan keluhannya adalah gangguan penciuman (anosmia), penurunan kesadaran, rasa lelah berkepanjangan, gangguan tidur dan depresi, pada organ pancreas didapatkan gangguan metabolisme gula sehingga didapatkan kadar gula darah yang tidak terkendali.

Pada organ ginjal didapatkan peningkatan tekanan darah, gangguan produksi air kencing, dan nyeri pinggang, pada saluran pencernaan didapatkan keluhan diare, mual muntah dan rasa kering pada tenggorokan atau nyeri telan, pada pembuluh darah bisa didapatkan keluhan akibat pembekuan darah (koagulopati) baik pada pembuluh darah kecil yang dirasakan sebagai sensasi kesemutan dan kram dan pembuluh darah besar yang dominan dirasakan nyeri pada tempat-tempat penyumbatannya.

Di liver, keluhan dominan berupa nyeri ulu hati disertai penurunan nafsu makan dan rasa perut yang begah, dan yang terakhir pada organ spleen atau limpa dirasakan penurunan jumlah produksi limfosit baik B maupun T yang berdampak individu yang diserang tersebut gampang sekali mengalami infeksi sekunder yang lain atau daya tahan tubuhnya menurun.

Setiap individu, berbeda keluhan dan tanda-tandanya saat terkena infeksi Covid-19 tergantung dari pada organ mana ekspresi reseptor enzim ACE 2 pada tubuhnya yang dominan. Permasalahan berikutnya yang mungkin timbul adalah apabila infeksi Covid-19 itu berlangsung lama dan hebat, tentunya akan memberikan konsekuensi yang tidak baik bagi organ yang terlibat.

Pada Jantung infeksi Covid-19 dapat menyerang langsung otot jantung sehingga menyebabkan keradangan kronis pada otot jantung (miokarditis) yang bisa saja menjadi permanen (kardiomipati). Kardiomiopati sendiri terbagi menjadi 3 yaitu kardiomiopati restriktif (dominan keluhan terkait gangguan kontraksi dan relaksasi jantung), kardiomiopati hipertropik (dominan keluhan terkait gangguan relaksasi jantung) dan kardiomiopati dilatatif (dominan keluhan terkait dengan penurunan fungsi pompa jantung).

Biasanya bermanifestasi jangka panjang sebagai gagal jantung (sesak nafas, perut membesar karena ascites dan kaki yang bengkak). Gangguan lain dapat berupa peradangan atau gangguan fungsi induksi dan konduksi kelistrikan jantung sebagai buah dari gangguan pada sistem Renin Angiotensin Aldosteron atau kerusakan langsung pada sumber dan jalur listrik pada otot jantung.

Manifestasinya dapat berupa keluhan berdebar, rasa tidak nyaman di dada dan gangguan tidur. Kondisi ini disebut sebagai Aritmia Jantung yang sangat mempengaruhi fungsi jantung sebagai pompa, dimana fungsi kontraksi dan relaksasi otot jantung tidak harmonis sehingga mengakibatkan sirkulasi darah yang dipompanya juga ikut terganggu. 

Pada pembuluh darah sering sekali terjadi keluhan kram, kesemutan, nyeri tungkai baik atas dan bawah dan nyeri dada yang hebat sebagai manifestasi peradangan pada pembuluh darah yang menyebabkan proses arteriosklerosis, aterosklerosis, arteriotrombosis dan aterotrombosis. Dalam jangka panjang dapat mengakibatkan mikroangiopati dan emboli pada pembuluh darah yang lebih distal (lebih bawah).

Emboli dan mikroangiopati ini pada tungkai atas dan bawah dapat menyebabkan gangren (kematian jaringan otot dan tulang) sehingga membutuhkan tindakan amputasi. Pada pembuluh darah koroner dapat menyebabkan serangan jantung (angin duduk) yang menyebabkan kematian.

Pada pembuluh darah otak dapat menyebabkan serangan stroke berulang. Pada pembuluh darah ginjal dapat menyebabkan gagal ginjal kronis yang berujung pada cuci darah dan transplantasi ginjal. Serta pada pembuluh darah mata dapat memicu retinopati atau kebutaan. Bagaimana cara kita mencegahnya?

Jika anda adalah individu dengan penyakit hipertensi, hiperkolesterol, diabetes mellitus, obesitas, penyakit jantung koroner, stroke, hiperaldosteronisme, ppok, asma kronis, dan penyakit ginjal kronis, anda adalah individu yang rentan terinfeksi Covid-19 akibat banyaknya kandungan enzim Angiotensin II pada tubuh anda, yang tentunya juga diikuti peningkatan jumlah enzim ACE 2 untuk menetralisirnya.

Enzim ACE 2 ini yang digunakan oleh Covid-19 untuk masuk ke dalam tubuh anda. Kendalikan faktor-faktor risiko dari penyakit yang anda derita supaya jumlah virus Covid-19 yang masuk ke dalam tubuh bisa dikendalikan.

Berobat yang rutin, jaga pola makan sehat, berolah raga cukup, jangan merokok, kendalikan berat badan, jangan mengkonsumsi alkohol, dan kendalikan stress. Ikuti himbauan pemerintah untuk selalu memakai masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer, dan mengurangi mobilitas agar anda tidak terpapar virus Covid-19 ini.

Selain itu dengan mengikuti program vaksinasi dari pemerintah, anda akan lebih terlindungi dari infeksi Covid-19 ini. Bagaimana jika saya sudah terinfeksi Covid-19?

Ingat anda adalah individu yang rawan jatuh pada kondisi infeksi covid-19 yang buruk dikarenakan banyaknya reseptor ACE 2 pada tubuh anda. Oleh sebab itu jika anda mengalami tanda dan gejala covid-19 seperti sesak, demam tinggi, batuk kering, kehilangan indera penciuman (anosmia), nyeri dada, berdebar, nyeri ulu hati, ada diare, mual dan muntah serta nafsu makan yang menurun sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Ingat, kebanyakan kasus yang meninggal di rumah sakit dikarenakan sulitnya mengatasi komplikasi yang terjadi akibat pasien menunda meminta pertolongan ke rumah sakit dengan berbagai alasan. Semakin dini anda ditolong oleh rumah sakit semakin baik kendali komplikasi yang terjadi sehingga angka kematian dapat diturunkan.

Bagaimana jika saya sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 tetapi masih ada keluhan yang mengganggu saya?

Sebaiknya lakukan kontrol rutin ke rumah sakit setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19 untuk gejala dan tanda yang anda alami. Sebagian orang akan mengalami kondisi Long Haul Covid-19 dimana keluhan masih dirasakan setelah seseorang sembuh dari Covid-19 dalam jangka waktu lama.

Orang tersebut memerlukan pengobatan lebih lanjut untuk mengatasi gejala sisa tersebut baik dengan mengintensifkan pengobatan antikoagulan (pengencer darah), imunomodulator untuk menyeimbangkan reaksi imunologis yang terjadi, antioksidan untuk mengobati kerusakan sel yang diakibatkan oleh infeksi Covid-19 dan suplementasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Selain itu dengan berobat yang rutin, faktor-faktor risiko penyakit yang anda derita dapat lebih dikendalikan untuk mencegah efek jangka panjang Covid-19 yang lebih merugikan.

Demikian efek jangka panjang infeksi Covid-19 terhadap kesehatan Jantung dan pembuluh darah yang bisa saya sampaikan. Semoga bermanfaat dan meningkatkan kesadaran kita untuk mencegah, mengobati dan merehabilitasi penyakit Covid-19 dengan lebih baik sehingga dapat menghindarkan kita dari kematian dan komplikasi jangka panjang Covid-19 (Long Haul Covid-19) yang tidak perlu.

 

Salam sehat selalu...

 

Oleh : dr. Drastis Mahardiana, Sp.JP FIHA

RSUD Mardi Waluyo Kota Blitar

Related News