Ricuh, Demo Tolak Omnibuslaw UU Cipta Kerja di Depan Gedung DPRD Jateng

Kamis, 08/10/2020 - 08:03
Masa pendemo merobohkan pagar Gedung DPRD Jateng,. Rabu 7/10/2020

Masa pendemo merobohkan pagar Gedung DPRD Jateng,. Rabu 7/10/2020

SEMARANG klikwarta.com

Dipicu disyahkannya Omnibuslaw UU Cipta Kerja memicu Aksi unjuk rasa yang dilakukan elemen Buruh dan Mahasiswa di depan gedung DPRD Jateng pada Rabu (7/10/2020) berakhir ricuh.

 

Mereka datang ke komplek DPRD Jateng sekitar pukul 11.45 WIB setelah sebelumnya sempat berkumpul di pintu 4 Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.

 

Setibanya di DPRD, demonstran langsung menuju pintu utama gedung tersebut. Mereka sambil berteriak-teriak mendorong-dorong pagar gedung secara bersama-sama.

 

Akibatnya, pagar itu jebol dan menimpa satu anggota Polisi dan terluka hingga harus dilarikan ke rumah sakit memakai mobil ambulance.

 

Salah satu peserta aksi meminta agar DPR membatalkan keputusannya.

 

Salah satu anggota DPRD Jateng dari fraksi partai Demokrat Bambang Eko Purnomo keluar menemui pengunjukrasa dan berjanji akan meneruskan aspirasinya.

 

“Kami bersama-sama panjenengan semua untuk memperjuangkan ini, jadi mohon kita tunjukkan kebersamaan agar tuntutan kita terpenuhi,” ujarnya.

 

Namun, mendengar sambutan dari Bambang Eko Purnomo, para pengunjuk rasa merasa belum puas, karena yang diinginkan adalah mereka bisa bertemu dengan ketua DPRD beserta anggota lainnya.

 

Menjelang pukul 15.00 WIB, aksi unjuk rasa bertambah panas. Kapolrestabes Semarang, Kombes Pol. Auliansyah Lubis, bahkan beberapa kali sempat naik ke atas mobil guna menenangkan para demonstran.

 

“Tenang-tenang, yang di depan ini juga teman kalian. Jangan melempar lagi,” ujar Auliansyah.

 

Namun, imbauan Kapolrestabes Semarang itu tidak digubris oleh peserta aksi. Bahkan, beberapa koordinator kelompok peserta aksi pun juga sempat memberikan imbauan agar tidak terjadi tindak anarkis.

 

Namun mereka tetap melakukan pelemparan batu dan botol air mineral ke arah kepolisian.

 

Hingga pukul 16.00 WIB, kericuhan peserta aksi demo tidak kunjung mereda. Pihak kepolisian pun langsung membubarkan paksa dengan menembakkan water canon serta gas air mata ke arah demonstran hingga pada akhirnya, polisi berhasil memukul mundur mereka.

 

Peni