Seminar Sehari, Ketua Umum Komnas PA Sampaikan Materi

Sabtu, 24/08/2019 - 14:33
Arist Merdeka Sirait Ketua Komnas PA
Arist Merdeka Sirait Ketua Komnas PA

Klikwarta.com, Labuhanbatu- Seminar sehari yang di gelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Labuhanbatu di gedung Nasional Rantauprapat, mendatang narasumber dari jakarta Ketua Umum Komnas PA, menjadi salah  pemateri, Jumat (23/9/2019)

Adapun  seminar sehari yang di gelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak mengangkat tema "gerakan memutus matarantai kekerasan terhadap anak dan perempuan" seminar sehari ini dihadiri Asisten 1 H. Nasrullah, Kadis Pendidikan Labuhanbatu H. Sarimpunan Ritonga, MPd, Kabid Perlindungan Anak Tuti Noprida Ritonga, para guru Negri maupun Swasta,Ketua KNPI Labuhanbatu, Ketua HIPMI Labuhanbatu Indra Firdaus, SE, Ormas dan OKP.

Arist Merdeka Sirait Ketua Komnas PA menyampaikan materi memutus mata rantai kekerasan terhadap anak sesuai talenta kita masing masing, sejak anak dalam kandungan sampai umur 18 Tahun berhak mendapat perlindungan 

Menjadi kewajiban bagi kita orangtua untuk dapat memenuhi ke-10 hak anak diantaranya adalah, hak untuk bermain, hak untuk mendapatkan pendidikan, hak untuk mendapatkan perlindungan, hak untuk mendapatkan nama (identitas), hak untuk mendapatkan status kebangsaan, hak untuk mendapatkan makanan, hak untuk mendapatkan akses kesehatan, hak untuk mendapatkan rekreasi, hak untuk mendapatkan kesamaan dan hak untuk berperan dalam pembangunan
 
Pada prinsipnya hak anak harus terpenuhi, anak adalah amanah yang dititipkan dan di anugerahkan oleh Tuhan. Maka setiap orang punya kewajiban dan keterpanggilan berdasarkan hati nurani untuk memberikan pertolongan bagi sosok anak yang harus dibela, anak adalah sosok yang individu yang tak mampu membela diri. maka kewajiban kita untuk memerdekakakan anak. 

Maraknya pornografi dan pornoaksi memicu banyaknya kasus pelecehan seksual, hampir sebagian besar pelaku kalau ditanya pasti menjawab terinspirasi dari video porno. Jumlah warga yang mengakses video porno di Indonesia mencapai 45 juta jiwa. Sedangkan jumlah pelanggan internet berjumlah 85 juta jiwa.

Saat ini, pelaku pelecehan seksual pada anak tidak lagi milik kaum yang berpendidikan rendah. Kalangan terdidik pun banyak yang menjadi pelaku. “Predator anak sebagian besar adalah orang yang dekat dengan anak, bisa keluarga, guru, maupun tetangga.

Hal itu terjadi karena masih rendahnya hukuman yang diberikan kepada pelaku pelecehan seksual bahkan ada pelaku yang mendapat vonis bebas. “Paling tinggi hanya tiga tahun. Hukuman 15 tahun juga sangat jarang. Makanya Indonesia darurat perlindungan anak. (Oelies)

TMMD

 

Related News