Reyvano saat menjalani perawatan di RSSA Kota Malang, foto: seru.co.id
Klikwarta.com, Kabupaten Malang - Terhitung selama dua pekan lebih berjuang dengan alat bantu nafas, salah satu korban tragedi Kanjuruhan, 1 Oktober 2022 lalu, akhirnya meninggal dunia. Dia adalah Reyvano Dwi Afriansyah (17), Aremania asal Kebonsari, Ngebruk, Sumberpucung, Kabupaten Malang.
Siswa kelas XII SMKN 4 Kota Malang itu, menghembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang, Jumat 21 Oktober 2022 pagi. Sekira pukul 06:45 WIB.
Informasi yang didapatkan, siswa kelas XII Desain Grafika itu sedang magang di sebuah perusahaan di Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang. Namun ia harus berpulang akibat tragedi Kanjuruhan, usai pertandingan sepak bola antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, 1 Oktober 2022 lalu.
Menurut keterangan Kepala Bidang Pelayanan Medik RSSA, Kota Malang, dr I Wayan Agung Indrawan, Reyvano sempat dirawat di dua rumah sakit berbeda. Yaitu Rumah Sakit Hasta Husada Kepanjen dan di RSSA Kota Malang.
Semenjak dirawat di RS Hasta Husada Kepanjen, Reyvano tidak pernah lepas alat bantu napas. Hingga ia dirujuk ke RSSA Kota Malang.
"Almarhum tidak pernah keluar dari ICU dan tidak pernah lepas dari ventilator, kondisinya naik turun", terang dr I Wayan, dilansir dari seru.co.id.
"Pada tubuh Almarhum juga terdapat luka di kepala, tulang dada dan tulang navicular, serta cedera kepala", tandas I Wayan.
Sebagai informasi, kematian Reyvano menjadikan jumlah korban meninggal dunia tragedi Kanjuruhan bertambah menjadi 134 orang.
(Pewarta : Asral)








