Kuasa Hukum Anggap Penetapan Husni Thamrin Sebagai Tersangka Kurang Bukti yang Cukup

Sidang Perdana Praperadilan Husni Thamrin di PN Tais
Sidang Perdana Praperadilan Husni Thamrin di PN Tais
Kominfo Mukomuko
Polda-SMSI Bengkulu.
Polda Bengkulu

Klikwarta.com - Sidang perdana praperadilan Ketua DPRD Seluma Husni Thamrin terhadap Polda Bengkulu bergulir di Pengadilan Negeri Tais, Senin (17/9/2018) kemarin.  

Sidang dihadiri oleh pemohon yang dikuasakan kepada penasehat hukumnya, Husni Thamrin. Untuk diketahui, tersangka dalam kasus korupsi itu adalah Husni Thamrin, sedangkan kuasa hukumnya juga bernama Husni Thamrin. 

Kuasa hukum tersangka Husni Thamrin, dalam penyampaiannya mengatakan keberatan atas penetapan status tersangka terhadap Husni Thamrin. Alasannya, penetapan tersangka dianggap kurang dua alat bukti yang cukup. 

Husni Thamrin saat itu langsung dipanggil dan diperiksa sebagai tersangka. Hal itu menurut kuasa hukumnya sebagai tindakan penyalahgunaan wewenang serta sewenang-wenang dalam pelaksanaan tindakan hukum terhadap Husni Thamrin, demikian dikutip dari pedomanbengkulu.com.

Pihak Polda Bengkulu yang hadir memberikan bantahan bahwa gugatan praperadilan yang diajukan di Pengadilan Negeri Tais dianggap salah alamat. Seharusnya, gugatan diajukan ke Pengadilan Negeri Bengkulu, sebab, dari awal kasus itu ditangani di Pengadilan Negeri Bengkulu.

Polda juga menjelaskan, dari awal kasus itu ditangani oleh Penyidik Subdit Tipidkor Reskrimsus Polda Bengkulu, bukan Polres Seluma. 

Sidang dipimpin oleh Hakim Tunggal Yudhistira Adhi Nugraha. Dari pihak tersangka, sebanyak lima kuasa hukum dihadirkan yakni Husni Thamrin, Nelly Anggraini, Zainal Abidin Tuatoy, Arif Wijaya Iskandar dan Ziko Zunius Fernando. 

Sementara dari Polda Bengkulu dihadiri oleh Kompol Sugeng, Ansori, Nanda, Muhammad Rifai, Riduansyah, Tendian Hatta, Eddy Syahputra dan Kasat Reskrim Seluma AKP Rizka Fadilha.

Seperti diketahui Husni Thamrin sebelumnya ditetapkan tersangka dalam kasus proyek di Dinas PU Seluma tahun 2013 berupa paket pekerjaan Jalan Nanti Agung - Dusun Baru di Seluma. Adapun nilai proyek adalah Rp 1,2 miliar, sedangkan kerugian negara Rp 444 juta. (BT) 

Dibaca: 46 kali

Related News