Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo Dalam Acara Dialog dan Silaturahmi Dengan Pengurus Nahdlatul'Ulama
Klikwarta.com - Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Eko Putro Sandjojo kembali kunjungi Bengkulu, Kamis (16/8/2018). Beliau tiba di bandara Fatmawati pukul 08.50 WIB.
Dalam jadwal kunjungan Menteri Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) di Bengkulu, melakukan silaturahmi dan dialog interkatif dengan pengurus Nahdlatul'Ulama (NU) se-Provinsi Bengkulu di Aula Hotel Lantasa.
Dalam dialog dan silaturahmi, Eko Putro Sandjojo mengatakan organisasi Nahdlatul'Ulama (NU) merupakan salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia bahkan di dunia. Sejarah mencatatkan NU telah ada bahkan sebelum Indonesia merdeka, Organisasi ini berdiri pada 31 Januari 1926 dan bergerak di bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi.
"Setiap kader NU, seharusnya bisa merebut kursi legislati dan Eksekitif. Dengan menduduki kursi Legislatif dan Eksekutif tentu aspirasi dan keinginan warga NU akan mudah diperjuangkan, tidak hanya menjadi penonton saja", kata Eko Putro Sandjojo.
Selain itu Eko juga meminta kepada seluruh kader NU agar bisa mengawasi Dana Desa (DD) dalam pembangunan desa. Sesuai dengan program Pemerintah Pusat komitmen membangun desa dengan menggelontorkan dana Rp 60 triliun dengan tujuan pembangunan seperti pembangunan drainase, jalan dan wisata desa percontohan.
"Untuk tahun depan, dana desa akan ditambah sebesar Rp 73 triliun", tambah Mendes PDTT.
Turut hadir dalam dialog dan silaturahmi Ketua DPW NU, Zulkarnain Dali, Ketua Rais Syurya DPW NU, Rohimin, Rektor IAIN Bengkulu, Sirajuddin, Ketua DPW PKB, Herliardo, dan pengurus DPW NU, PC PMII Patayat, Muslimat dan Banon lainnya. (AF)








