Kutuk Pelaku Cabul Santriwati, RMI NU Inginkan Standart Ponpes 

Jumat, 24/06/2022 - 21:18
Wakil Bendahara RMI NU Jawa Timur Gus Fawait

Wakil Bendahara RMI NU Jawa Timur Gus Fawait

Klikwarta.com, Jatim - Wakil Bendahara RMI NU Jawa Timur Gus Fawait mengaku prihatin atas munculnya kasus pemerkosaan dan pencabulan terhadap santri yang dilakukan oleh pengasuh ponpes di Banyuwangi.

Gus Fawait mengutuk keras atas kejadian dugaan pencabulan santriwatinya. Ia berharap kedepan agar Kementerian Agama agat bisa mendata nama-nama ponpes. "Kalau perlu kita bikin standar ponpes,” kata politisi Gerindra dikonfirmasi, Jumat (24/6/2022).

Pria asal Jember ini menyerahkan sepenuhnya kepada pihak aparat penegak hukum kepolisian sehingga tak terjadi lagi kasus serupa. RMI Jawa Timur akan mengadakan penyuluhan seminar untuk membeda definisi pondok pesantren yang sesungguhnya. Bahkan ia akan membedah definisi ulama secara Al-Qur'an dan kaidah kepesantrenan.

"Kita akan kaji apa sih definisi Gus atau lora jangan sampai ke depan ada orang yang mungkin hanya membuat gedung ada orang diasuh di dalamnya terus dikatakan ponpes,” terang Presiden LSN ini.

Gus Fawait tak memungkiri fenomena saat ini banyak sekali tindakan yang kurang pantas. Bukan hanya mencemarkan nama satu pesantren. Tetapi yang dikawatirkan pihaknya malah membuat kesan tidak baik ke semua pesantren yang mungkin kurang paham dan kurang dekat dengan pondok pesantren.

“Atau ada orang ngaku dirinya ulama hanya bermodalkan surban atau jubah atau apalah trus melakukan hal kurang baik. Malah justru kesannya bagi orang awam nanti nama ulama kurang baik pula. walaupun kita tahu sudah banyak yang paham terkait nama ulama. atau juga banyak orang yang  mengatasnamakan Gus atau lora seenaknya terus dia melakukan hal-hal yang bertentangan dengan agama kaidah kewajaran akhirnya yang tidak baik bukan cuman satu dua Gus saja, bahkan Gus atau lora secara keseluruhan,”sambungnya. 

RMI Jawa Timur sendiri juga akan membuat workshop untuk membedah definisi ulama Gus dan lora dan hal-hal yang  berbau pesantren. Dengan begitu, kalau ada kejadian yang belakangan ini terjadi sehingga tidak langsung menyalahkan peantren dan lain sebagainy.

"Arena ponpes ini tempat di mana membantu pemerintah membentu mencerdaskan anak bangsa,”tandasnya.

Sekedar diketahui, ulah bejat dilakukan pengasuh ponpes di Banyuwangi, sebut saja inisialnya FZ. Pria ini dilaporkan kepihak kepolisian terkait dugaan pemerkosaan dan pencabulan santri di bawah umur. FZ merupakan pemilik sekaligus pimpinan salah satu ponpes di Kecamatan Singojuruh, Banyuwangi. Total ada 6 keluarga korban yang telah melaporkannya.

Laporan dilakukan di Mapolresta Banyuwangi beberapa minggu lalu. Tak hanya perempuan, korban pengasuh ponpes bejat ini juga ada laki-laki. Enam korban itu terdiri dari lima perempuan dan satu laki-laki. Seluruh korban merupakan anak di bawah umur.

Salah satu keluarga korban, PU mengaku telah membawa keponakan dan korban lainnya ke Mapolresta Banyuwangi untuk melaporkan dugaan perkosaan dan pencabulan.

(Pewarta: Supra)

Berita Terkait