Pantai Kili-Kili Trenggalek, Masuk Nominator Lomba Wana Lestari Nasional

Rabu, 18/06/2025 - 18:20
Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat menyambut kunjungan Tim Verivikator Lapang Lomba Wana Lestari di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu (18/6/2025)

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat menyambut kunjungan Tim Verivikator Lapang Lomba Wana Lestari di Pendopo Manggala Praja Nugraha, Rabu (18/6/2025)

Klikwarta.com, Trenggalek - Kader konservasi alam Penyu di Pantai Kili-Kili, Desa Wonocoyo, Kecamatan Panggul, Kabupaten Trenggalek, menjadi salah satu nominator Lomba Wana Lestari tingkat  Nasional. 

Selanjutnya, Lomba Wana Lestari, merupakan ajang apresiasi dan penilaian prestasi di bidang lingkungan hidup dan kehutanan.

Lebih lanjut, Ari Gunawan, merupakan  seorang guru SMA di Kecamatan Panggul, pihaknya melakukan konservasi dan penyelamatan Penyu berawal dari rasa keprihatinan terhadap hewan yang dilindungi tersebut menjadi salah satu buruan masyarakat untuk di konsumsi. 

Dalam hal ini pihaknya berani mengeluarkan kocek pribadi untuk membeli telur dan Penyu hasil buruan masyarakat, pada saat itu konsumsi telur dan daging Penyu masih marak di wilayahnya.

Melakukan hal ini pihaknya yakin dengan menjaga lingkungan maka lingkungan akan memberikan ekonomi kepada masyarakat, saat ini berkat upaya bersama kelompoknya kemudian didukung dengan regulasi desa setempat menjadikan Pantai Kili-Kili sebagai kawasan konservasi dan ujungnya kelestarian Penyu dapat terjaga.

Hal ini dibenarkan, Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin, saat menyambut kunjungan Tim Verivikator Lapang Lomba Wana Lestari di Pendopo Manggala Praja Nugraha, serta menyampaikan banyak terinspirasi dari upaya yang dilakukan oleh Ari dalam menjaga kelestarian lingkungan. 

"Saya masih ingat bagaimana susahnya beliau melakukan penyelamatan Penyu, hingga rela keluarkan uang untuk membeli telur dan Penyu dari masyarakat," ungkapnya, Rabu (18/6/2025). 

Pihaknya menegaskan tidak hanya Penyu, di Wonocoyo, ada peraturan desa yang tidak boleh menangkap ikan menggunakan setrum dan juga perburuan burung. Saya masih ingat, ketika menginap di rumah warga. Bangun tidur mendengar suara burung bersahutan, ini menyenangkan. " Di sana burung dilepas liar dan dilindungi oleh masyarakat," tandasnya.

Berdasarkan hal tersebut, Bupati Trenggalek banyak terinspirasi, akhirnya beberapa regulasi diantaranya lomba Adipura Desa yang kini lingkupnya diperkecil menjadi Adipura RT dan lingkungan. Insentif diberikan bagi desa pemenang dengan harapan warga Trenggalek berlomba-lomba menjaga lingkungannya. 

Kemudian pihaknya menyampaikan kepada verivikator lapang, apa yang dilakukan Ari dan kelompoknya tidak hanya sekedar konservasi saja. Bersama akademisi juga melakukan rekayasa genetik agar telur Penyu yang menetas tidak hanya berjenis kelamin betina saja. Ada rekayasa yang dilakukan sehingga Penyu yang menetas juga ada yang jantan.

"Ini merupakan upaya untuk menjaga agar Penyu ini tidak mengalami kepunahan. Sama halnya dengan manusia, menjaga kelestarian alam itu merupakan upaya menjaga manusia dari kepunahan," jelasnya. 

Untuk kedepan pihaknya menitipkan pesan untuk perlunya ada regulasi memikirkan insentif  ekonomi bagi wilayah-wilayah yang menjaga kelestarian lingkungan. Ini sebagai upaya menjaga keberlangsungan umat manusia, karena secara ekonomi pastinya daerah kecil seperti Trenggalek sangat sulit untuk mengejar kota-kota industri dari segi ekonomi. 

Seperti kebijakan pajak kendaraan, pemasukan kota-kota besar seperti Surabaya akan jauh lebih besar, karena masyarakat seperti di Trenggalek lebih banyak membeli kendaraan bekas yang berasal dari kota-kota besar. 

Mereka lebih suka menggunakan plat plat kota besar biar tidak dikatakan orang desa. Sedangkan pajak dari kendaraan ini masuknya ke kota-kota itu. 

Masih menurutnya, menjaga alam ini butuh upaya yang tinggi, mereka tidak menebang pohon agar kadar oksigen di udara tetap terjaga, kalau tidak berdampak ekonomi takutnya mereka yang peduli dengan lingkungan justru berbalik tidak menjaga  karena alasan kebutuhan ekonomi.

Selanjutnya, Rumchani Agus Sulistiyo, Verivikator Lapang Kementrian Kehutanan, " luar biasa sekali, kami dengar paparan Pak Bupati, bukan hanya pemerintahan saja tapi beliau konsen juga tentang ekologi," tuturnya.

Menurutnya, "ekologi itu bagaimana cara menjaga alam Trenggalek ini bisa menjadi penghasil karbon dan sebagainya yang bisa berdampak pada ekonomi masyarakat," sambungnya.

Kalau alamnya lestari dan kita mencintai alam maka alam juga akan mencintai kita. " Sehingga kita dijauhkan dari bencana dan yang lain-lain," pungkasnya.

Pewarta : Mar'atus

Berita Terkait