Pemuda yang tergabung di Komite Pemerhati Penyelenggara Pemilu (KP3) unjuk rasa didepan kantor KPU Kabupaten Batu Bara
Batu Bara, Klikwarta.com - Pemuda yang tergabung di Komite Pemerhati Penyelenggara Pemilu (KP3) meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara (Sumut) agar mengevaluasi lima Komisioner KPU Batu Bara diduga keluar jalur (Out The Track) dalam menetapkan nama-nama anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) se-Kabupaten Batu Bara.
Pada aksinya, Kordinator Lapangan Fery Kurniawan menyampaikan menurut amatan dari nama-nama yang diumumkan lulus menjadi PPK, patut diduga KPU Kabupaten Batu Bara tidak "patuh" terhadap mekanisme pembentukan badan adhoc yang diatur dalam Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 8 Tahun 2022 tentang pembentukan dan tata Kerja badan adhoc penyelenggara pemilihan umum dan pemilihan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, dan walikota dan wakil walikota.
"Diduga kuat, nama-nama telah dipersiapkan sejak lama untuk kepentingan tertentu sekelompok oknum atau golongan, sehingga menguatkan kecurigaan atas adanya dugaan telah terjadi kecurangan," sampai Fery, di depan Kantor KPU Kabupaten Batu Bara, Kamis (22/12/22).

Ironisnya, anggota PPK yang lulus diduga belum pernah dan/atau minim pengalaman sebagai penyelenggara pemilihan umum ditingkat kecamatan bahkan ditingkat desa, sehingga KPU Kabupaten Batu Batu patut diduga out the track atau keluar jalur dalam menetapkan nama-nama anggota PPK se-Kabupaten Batu Bara.
Dalam tuntutannya, Fery Kurniawan meminta KPU Sumatra Utara melakukan evaluasi terhadap kinerja lima komisioner KPU Kabupaten Batu Bara yang dinilai gagal dan lalai dalam menjalankan tugas, dan semua pihak yang terkait untuk segera mengusut dugaan pengaturan kelulusan anggota PPK se-Kabupaten Batu Bara, karena proses seleksinya diduga terindikasi menyalahi PKPU dan tidak profesional serta hasil seleksi wawancara terhadap 180 calon anggota PPK dibuka secara transparan kepublik.
Sementara itu, Ketua KPU Kabupaten Batu Bara M.Amin terkesan bungkam ketika dikonfirnasi wartawan melalui via whatsApp nya terkait tuntutan aksi demo pemuda P3K, sama sekali tidak menjawab atau membalas padahal telah membaca pesan yang dikirim.
(Pewarta: Ikhwan)








