Saat Ini Rohidin Mersyah 'Terkuat'

Senin, 16/09/2019 - 18:21
Rohidin Mersyah
Rohidin Mersyah

Oleh: Wibowo Susilo

Pemilihan kepala daerah Gubernur Bengkulu 2020, meski belum jelas regulasi teknis dari KPU, namun kemungkinan besar akan tetap digelar. Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, adalah salah satu figur yang sudah berucap akan maju. Yang lainnya, masih malu-malu alias diam-diam. Ada yang sibuk berkonsolidasi ala perang gerilya, ada yang coba-coba menyodorkan namanya ke publik via media sosial. Dan ada yang sedang memframing seolah-olah dia layak untuk maju di pilkada tingkat provinsi, sejatinya belum tentu. Hak politik bisa jadi alasan, siapa saja boleh mencalon selagi tidak dilarang oleh aturan yang mengaturnya. Namun, politik haruslah tetap realistis dan terukur. Jika tidak menggunakan dua kata tersebut, maka apa guna lembaga survei, pengamat dan peneliti. 

Rohidin menjadi fokus pembicaraan, wajar saja, dia adalah gubernur saat ini. Yang memiliki kuasa tertinggi di Provinsi Bengkulu. Mencalon apa tidak, Rohidin akan tetap disebut namanya dalam kontestasi pilkada gubernur 2020. Sampai disini kita harus sepakat.

Mengapa kuat?

Rohidin boleh kalah populer dengan Agusrin, dalam survei yang dirilis oleh lembaga survei beberapa bulan lalu. Namun, Agusrin juga harus sadar diri, dia terlalu lama meninggalkan Bengkulu. Dalam survei itu juga menempatkan sosok Rohidin sebagai figur dengan tingkat disukai paling tinggi. Artinya, tingkat kesukaan masyarakat, akan cenderung meningkat pada tingkat keterpilihan. 

Mengulang kejayaan masa lalu di masa depan dengan tingkat pertaruhan tinggi, membuat Agusrin menjalankan politik silent. Berbeda dengan Rohidin yang masih menguasai pasar, akses informasi dan ketersediaan sumber daya manusia membuatnya lebih siap dibanding Agusrin. Pada konteks waktu hari ini, Agusrin jauh tertinggal secara konsolidatif dibanding Rohidin. 

Mengulas dua sosok ini menarik, sebab, Agusrin diklaim sebagai rival paling seimbang untuk melawan dominasi Rohidin pada pilgub 2020 mendatang. Situasinya adalah, Rohidin langsung melihat situasi medan 'perang', sedangkan Agusrin masih sebatas menerima laporan. Situasi politik dulu dan kini tentu berbeda, kejayaan masa lalu Agusrin sulit terulang jika Agusrin masih 'bersembunyi' dalam lipatan-lipatan informasi para sukarelawannya. 

Padahal, peluang besar Agusrin melakukan bombardir masih terbuka lebar, bila terlambat, massa sudah terpaut hati pada Rohidin. Dan mengganti sosok Rohidin yang sudah dicintai oleh ribuan pemilih pemula, puluhan organisasi kemasyarakatan yang terfasilitasi oleh Rohidin, juga ratusan kelompok masyarakat yang disasar langsung, bukanlah hal mudah. 

Selanjutnya, selain dua sosok ini, ada sederetan nama yang muncul. Sebut saja Izda Putra, David Suardi, Dodi Alex Noerdin, Kopli juga Supratman, dan lainnya. 

Penulis adalah Sekretaris SMSI Provinsi Bengkulu

Tags

a

TMMD

 

Related News