5 Pelaku Ditangkap Polisi, Otak Penyerangan di Kampung Mertodranan Solo Masih Diburu

Selasa, 11/08/2020 - 22:42
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi saat menggelar konferensi pers di Mako II Polresta Surakarta, terkait perkembangan kasus penyerangan di Kampung Mertodranan Pasar Kliwon Solo Jawa Tengah.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi saat menggelar konferensi pers di Mako II Polresta Surakarta, terkait perkembangan kasus penyerangan di Kampung Mertodranan Pasar Kliwon Solo Jawa Tengah.

Klikwarta.com, Solo - Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan pihaknya telah mengamankan lima pelaku penyerangan terhadap puluhan orang saat pelaksanaan acara Midodareni atau persiapan dan doa bersama menjelang pernikahan warga di Kampung Mertodranan, Pasar Kliwon, Solo, Jawa Tengah yang terjadi pada Sabtu (08/08/2020) lalu.

Kelima orang pelaku yakni berinisial BG, MM, MS, ML dan RM. Dari lima pelaku tersebut, empat orang di antaranya kini telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara, terhadap satu pelaku masih dalam pengembangan.

"Telah kita lakukan pengamanan para pelaku, TKP di wilayah Pasar Kliwon. Pelaku pengerusakan, pengroyokan dan penganiayaan. Dimana para pelaku kini sudah kita amankan lima orang. Lima orang ini inisialnya adalah BG, MM, MS, ML dan RM. Dari para pelaku, kita tetapkan menjadi tersangka empat orang, dan satu orang masih kita dalami," terang Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi kepada wartawan, saat menggelar konferensi pers di Mako II Polresta Surakarta, pada Selasa (11/08/2020).

Lebih lanjut, Irjen Pol Ahmad Luthfi menyampaikan, para pelaku dapat diancam dengan Pasal 160 dan 335 dan 170 KUHP terkait tindak pidana yang telah mereka lakukan.

Klik: GP Ansor Desak Polresta Surakarta Usut Kasus dan Tangkap Pelaku Penyerangan di Pasar Kliwon Solo

Jajaran Polda Jawa Tengah diback up Mabes Polri, dalam hal ini Direktorat Pidana Umum Mabes Polri, akan tetap melakukan pengejaran terhadap pelaku - pelaku kelompok intoleran.

"Kita sudah mengantongi nama - nama para pelaku yang akan kita lakukan pengejaran. Dan saya Kapolda Jawa Tengah juga telah perintahkan kepada seluruh Kapolres, tidak ada tempat bagi kelompok intoleran di wilayah hukum Polda Jawa Tengah, termasuk di sekitar Solo. Dan sekali lagi saya imbau, yang sudah ada nama - namanya, agar segera menyerahkan diri," tandasnya.

Hingga saat ini, kepolisian pun masih melakukan pengembangan terkait peran para pelaku dalam peristiwa penyerangan berujung penganiayaan yang mengakibatkan tiga orang anggota keluarga almarhum Habib Segaf Al-Jufri terluka serta kerusakan terhadap sejumlah kendaraan di sekitar lokasi kejadian.

"Peran mereka macam - macam. Itu nanti juga akan kita dalami satu persatu. Yang menggunakan alat ada, yang melempar ada, kemudian yang memprovokasi juga ada," urai Kapolda Jawa Tengah.

Klik: Polresta Surakarta Tangkap 2 Terduga Pelaku Penyerangan Acara Midodareni di Pasar Kliwon Solo

Irjen Pol Ahmad Luthfi mengatakan kepolisian pun bertekad memburu otak pelaku atas kasus penyerangan tersebut.

"Nanti akan kita dalami, itu adalah taktik dan teknik penyidik terkait apa peran yang mereka lakukan. Yang jelas, dari kelima pelaku yang sudah kita amankan, empat sudah kita tetapkan sebagai tersangka," kata Jenderal berpangkat bintang dua itu.

Dari peristiwa itu, polisi juga telah mengamankan sejumlah barang bukti yang telah ditemukan, di antaranya kayu, batu termasuk sejumlah sepeda motor dan mobil.

Polisi juga masih melakukan pengembangan terkait jumlah pelaku yang diduga terlibat dalam aksi intoleran yang terjadi di Kota Solo itu.

"Banyak, artinya ini adalah (masih) pengembangan. Pengembangan yang sudah kita lakukan adalah beberapa orang yang sudah menjadi inisial itu nanti akan dikembangkan. Berapa orangnya nanti akan disampaikan, karena itu adalah merupakan ranah taktik dan teknis penyidik dalam membuat terang perkara itu dulu," jelasnya. 

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi juga menyampaikan, sejauh ini, dari pengembangan yang telah dilakukan aparat kepolisian belum mensinyalir adanya keterlibatan pelaku tindak pidana terorisme dalam kasus tersebut.

"Untuk sementara ini belum ada. Saya tidak menyebutkan nama kelompok, yang jelas mereka adalah kelompok intoleran. Makanya saya imbau kepada para Kapolres dan semuanya, agar tidak boleh ada tindakan intoleran di Jawa Tengah," ujarnya. 

Kapolda Jawa Tengah juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Pihaknya bertekad akan tetap memberikan jaminan keamanan kepada masyarakat. 

"Oleh karena itu tidak usah takut. Manakala menjumpai adanya hal - hal yang mencurigakan terkait dengan kelompok itu, laporkan kepada kami akan kami tindak lanjuti," pungkasnya.

(Pewarta : Kacuk Legowo)

Related News

Loading...
loading...