Kantor Disdik Tapsel dipusat Perkantoran, Sipirok.
Klikwarta.com, Tapanuli Selatan - Di tahun Anggaran 2025 di Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dianggarkan Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (Kepsek) dengan pagu anggaran yang lumayan wow/fantastis sebesar Rp 428.000.000.
Sementara tujuan dari pelatihan bakal calon kepala sekolah biasanya meliputi, Meningkatkan kemampuan kepemimpinan dan manajemen Sekolah, Mengembangkan keterampilan strategis dan operasional,, Memahami kebijakan pendidikan dan regulasi sekolah, Meningkatkan kemampuan komunikasi dan kolaborasi,, Mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan sekolah modern.
Ditambah lagi Undang-undang yang mengatur tentang pelatihan bakal calon kepala sekolah adalah,Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 7 Tahun 2025 tentang Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.
Dan Keputusan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Kepmendikdasmen) Nomor 129/P/2025 tentang Seleksi Substansi Bakal Calon Kepala Sekolah, Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah, dan Mekanisme Penugasan Guru Sebagai Kepala Sekolah.
Peraturan-peraturan ini mengatur tentang proses seleksi, pelatihan, dan penugasan guru sebagai kepala sekolah, serta standar kompetensi yang harus dimiliki oleh calon kepala sekolah.
Tentu dengan begitu lengkapnya semua aturan yang mengatur tentang pelatihan bakal Calon Kepala Sekolah dengan harapan terpilihlah seorang kepala Sekolah yang memiliki kompetensi serta intregritas yang baik untuk memimpin manajemen Sekolah.
Menanggapi hal ini, Saparuddin Hasibuan, Aktivis LSM Gempar dan juga Ketua Prabowo Mania 08 Padangsidimpuan, angkat bicara seputar polemik penggunaan anggaran untuk Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS).
Namun apa yang terjadi di Disdik Tapsel, beredar kabar bahkan pemberitaan disejumlah media online, terkait adanya dugaan pungli terhadap guru honorer di Lingkup Disdik Tapsel, SMP N 1 Sayur Matinggi. Tentu hal ini menyangkut mengenai kepemimpinan Oknum Kepala sekolah yang telah lolos mengikuti pelatihan bakal calon Kepala sekolah.
"inikah hasil pelatihan bakal calon kepsek itu ? yang memakai anggaran sampai empat ratus juta lebih, patut dipertanyakkan anggaran sebesar ini. Jangan kesannya hanya ajang serimonial belaka hanya menjalankan anggaran namun side efeknya tidak begitu maksimal dalam kemajuan Dunia Pendidikan di Tapsel", pungkas Sapar, Selasa (24/2/2026).
Sementara Plt Kadis Pendidikan Tapsel Efrida Yanti Pakpahan saat dikonfirmasi melalui pesan WA, terkait anggaran Pelatihan Bakal Calon Kepala Sekolah di Tahun 2025, tidak memberikan jawaban.
Pewarta : Bambang Ginting








