DPRD Kota Blitar Dukung Pemkot Percepat Zero Stunting Case

Selasa, 12/07/2022 - 06:31
Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim (dua dari kiri) Saat Menghadiri Peluncuran Aplikasi One Touch Stunting oleh Walikota Blitar Santoso dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional ke- 29 Tahun 2022 (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)
Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim (dua dari kiri) Saat Menghadiri Peluncuran Aplikasi One Touch Stunting oleh Walikota Blitar Santoso dalam Peringatan Hari Keluarga Nasional ke- 29 Tahun 2022 (foto : Faisal NR / Klikwarta.com)

Klikwarta.com, Kota Blitar - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Blitar mendukung upaya-upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Blitar dalam rangka menekan angka kasus stunting menjadi nol persen atau zero stunting case.

Ketua DPRD Kota Blitar Syahrul Alim menjelaskan, pihaknya siap mengawal setiap langkah kebijakan yang diambil dan dikerjakan Pemkot Blitar agar mampu berjalan dengan on the track dan bermanfaat nyata bagi masyarakat Kota Blitar. 

"Pastinya kita mendukung setiap langkah untuk itu (zero stunting case). Kita kawal bersama-sama agar kesehatan masyarakat Kota Blitar terjamin dan terhindar dari stunting," ungkapnya, Selasa (12/7/2022).

Dikatakan sebelumnya oleh Walikota Blitar Santoso, Pemkot Blitar melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Perlindungan Perempuan dan Anak, Keluarga Berencana (DP4AKB), lanjut Santoso, juga telah membuat sebuah aplikasi One Touch Stunting sebagai salah satu upaya menekan angka stunting di Kota Blitar.  

"Stunting ini tidak bisa ditangani sendiri oleh dinas P3P2KB, tapi ini menjadi tanggungjawab kita bersama," tukasnya. 

"Kita telah membentuk satu tim. Tim itu gabungan ya dari Bidan, dari dinas dan dari masyarakat. Itu akan terjun bersama-sama, terus memonitor mengunjungi dari keluarga yang stunting untuk mengintervensi. Terutama dalam hal ibu-ibu hamil pemberian vitamin gizi ya. Karena stunting itu bisa terjadi karena kekurangan gizi. Kalau gizi tercukupi Insya Allah stunting itu tidak akan terjadi," sambung Santoso. 

Lebih dalam, ia menilai faktor lain yang mampu menimbulkan kasus stunting adalah berawal dari pernikahan dini. Karena perkawinan dini itu dipastikan belum siap mental dan melahirkan keturunan yang berpotensi mengalami stunting.

"Mudah-mudahan peringatan hari keluarga nasional ke 29 Kota Blitar harapan saya bisa zero stunting. Walaupun secara nasional sekarang ini masih 24 persen. Target dari Pak Jokowi, tahun 2024 jadi 14 persen, sementara kita sudah 12 persen. Saya sarankan kita tidak boleh berbangga diri dengan capaian ini tapi harus kita kejar terus agar benar-benar zero stunting," ungkap Santoso kepada wartawan seusai membuka peringatan Harganas ke- 29.

 

(Pewarta : Faisal NR)

Related News