Cerita Pilu De, Korban Pemerkosaan 4 Pria di Depan Suami

Korban saat menerima kunjungan perwakilan Ikatan Kartini Profesional RI (IKAPRI) Provinsi Bengkulu, Selasa (09/05) kemarin .
Korban saat menerima kunjungan perwakilan Ikatan Kartini Profesional RI (IKAPRI) Provinsi Bengkulu, Selasa (09/05) kemarin .
Polda Bengkulu

Bengkulu Selatan, Klikwarta.com - De (26), korban pemerkosaan 4 orang pria pada Sabtu (07/05) malam lalu, menerima kunjungan dari perwakilan Ikatan Kartini Profesional RI (IKAPRI) Provinsi Bengkulu, Selasa (09/05) kemarin.

Dalam kunjungan itu, De menceritakan kronologi kejadian yang membuat dirinya diperkosa oleh 4 pria di depan suaminya sendiri.

"Siang itu suami saya ke rumah sakit untuk mendonorkan darah kepada ibu saya sebab ibu saya sedang sakit. Setelah itu kami janjian bertemu untuk jalan keluar menyelesaikan masalah pribadi pada malam harinya. Sebab, sudah 4 hari kami pisah ranjang," ujar De.

"Pada malam itu suami saya menjemput saya di rumah kakak saya dan kami pun keluar keliling memutari Kota Manna, setelah keliling saya pun mengajak suami saya untuk ke rumah sakit, namun suami saya mengajak saya mengobrol di tempat kejadian. Pada saat kami berbincang-bincang tidak lama kemudian ada orang yang menangkap kami dari belakang, suami saya dikroyok oleh ke 4 pria itu, pada saat itu saya sempat minta tolong kepada warga dengan berteriak sekuat mungkin, namun saya ditampar dengan kuat oleh salah satu Pelaku," sambungnya.

Lanjut De, ketika itu suaminya diseret ke semak-semak jauh darinya, sedangkan celananya (De, red) dilepaskan oleh pelaku. "Celana saya dilepaskan oleh pelaku pada saat saya diatas motor dan ditarik juga switer saya sehingga saya memberontak. Lalu saya dibawa pada suami saya didudukan diatas tumpukan tanah liat," jelasnya.

Saat berada ditumpukan tanah liat tersebut, De sempat bertanya kepada suaminya, kenapa dirinya digebukin oleh pelaku. Suaminya pun menjawab, karena menolak permintaan pelaku yang memaksa menyetubuhi De. 

"Sempat suami saya menawarkan kesepakatan agar saya tidak diperkosa dengan meberikan motor dan Hp, namun para pelaku tidak menginginkanya malah mereka inginkan saya melayani nafsu bejat mereka. Pada saat itu mereka berunding dan saya mendengar mereka ingin membunuh suami saya, sebab kami tidak mau memenuhi keinginan mereka, saya berpikir dengan pikiran manusiawi saya, dari pada suami saya dibunuh lebih baik saya diperkosa," terangnya.

"Suami saya menangis dan tidak mampu melihat saya pada saat saya digilir diperkosa oleh mereka, sesudah kejadian itu mereka menyuruh kami pergi dengan memberikan kontak motor dan berpesan jangan bawa masalah ini ke pihak yang berwajib, kami pun meninggalkan tempat kejadian tersebut, saya dan suami saya lansung menuju Polres untuk melaporkan kejadian itu, saat di Polres itu suami saya pingsan,” pungkas De.

Mendengar cerita De, perwakilan IKAPRI Sri Kahar meminta agar pemerintah tanggap dengan kejadian tersebut. Ia berharap pemerintah membuat pos penjagaan, patroli rutin Oleh Satpol PP serta Anggota Kepolisian di sekitar TKP. Pasalnya, lampu penerangan di lokasi kejadian sangat minim, sehingga rentan terjadi aksi kriminal.

Setelah kunjungan itu, Ibu IKAPRI ini membawa korban untuk mendapatkan perawatan medis supaya tidak terjadi infeksi atau pun penyakit yang menular akibat kejadian itu. (Fal)

Dibaca: 9.071 kali

Related News

mendes

 

prov