Peduli Petani, Atang Irawan Beri Bantuan Pupuk Organik Gratis

Minggu, 26/02/2023 - 18:51
Atang Irawan Kabid hubungan legislatif DPP partai NasaDem saat memberikan bantuan pupuk organik gratis kepada petani di kabupaten Grobogan.

Atang Irawan Kabid hubungan legislatif DPP partai NasaDem saat memberikan bantuan pupuk organik gratis kepada petani di kabupaten Grobogan.

Grobogan, Klikwarta.com - Ketua bidang hubungan legislatif DPP partai NasDem Atang Irawan menggelar fokus diskusi group dengan puluhan petani perwakilan dari 19 kecamatan se kabupaten Grobogan, Minggu (26/2/2023). 

Dalam kegiatan ini para petani diberikan pemahaman tentang manfaat pupuk organik supaya hasil pertanian lebih maksimal. Minggu (26/2/2023).

M

Atang Irawan mengungkapkan , saat ini petani masih mengalami problem dalam mengelola lahan pertaniannya. Oleh sebab itu pihaknya membantu masalah petani salah satunya dengan memberikan bantuan pupuk organik secara gratis. 

"Pertanian masih banyak masalah tapi ini tidak hanya tanggung jawab pemerintah tapi seluruh komponen bangsa salah satunya partai politik tentunya. Apalagi ada problem lonjakan distabilitas harga pupuk. Maka salah satunya kita bersama-sama membantu pupuk, kebutuhan di kita ada," ujarnya.

.

Pupuk ini bisa menjadi salah satu menyelesaikan masalah, dalam rangka memajukan pertanian  khususnya di kabupaten Grobogan.

Menurutnya Atang, pupuk organik yang diberikan kepada para petani bukanlah jenis pupuk yang baru namun jenis pupuk tersebut sering digunakan oleh petani.

"Sebelumnya bukan pupuk baru tapi sering digunakan, pada prinsipnya pupuk hayati atau pupuk organik ini bisa digunakan untuk masyarakat di Kabupaten Grobogan. Karena sebelumnya sudah digunakan untuk padi," tambahnya.

Lebih lanjut Atang menjelaskan, pemberian pupuk hayati dilahan pertanian hanya untuk suplemen supaya tanah menjadi subur. Bahkan pihaknya mengajak petani untuk mengurangi menggunakan pupuk kimia. Pihaknya akan membagikan pupuk organik untuk wilayah kabupaten Grobogan, Blora dan Rembang  sebanyak 100 hektar. 

"Kemarin kita coba 2 hektar kita rencana di Grobogan 100 hektar Rembang dan Blora 100 hektar," tegasnya.

Sementara salah satu petani mengaku penggunaan pupuk organik lebih murah, bahkan ramah lingkungan.

"Dengan adanya pupuk hayati, bisa  mengurangi pupuk kimia dan dari segi ongkos lebih berkurang (murah)," katanya.

(Pewarta: Fajar)

Berita Terkait