Pementasan sosiodrama "Ibu Pertiwi" dalam Malam Tirakatan memperingati HUT RI ke-80, di Aula Perumahan Pondok Baru Permai 2, Purbayan, Baki, Kabupaten Sukoharjo, Sabtu (16/8/2025) malam.
Klikwarta.com, Sukoharjo – Nuansa khidmat menyelimuti Aula Perumahan Pondok Baru Permai 2, Purbayan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, pada Sabtu (16/8/2025) malam.
Ratusan pasang mata tertuju pada panggung yang sederhana namun penuh makna, tempat di mana kisah perjuangan bangsa Indonesia terukir kembali dalam sebuah pementasan sosiodrama berjudul Ibu Pertiwi.
Pementasan yang digelar pada Malam Tirakatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia ini, menyedot perhatian warga dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua yang antusias menyaksikan pertunjukan tersebut.
Sosiodrama Ibu Pertiwi bukanlah sekadar drama biasa. Lewat dialog-dialog yang kuat dan ekspresi yang mendalam, para pemainnya yang sebagian besar adalah warga setempat, menghidupkan kembali semangat para pahlawan kemerdekaan melalui panggung pementasan.
Kisah yang diangkat mengambil latar belakang masa setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945, menceritakan tentang perjuangan para pahlawan di medan perang demi merebut kembali kemerdekaan tatkala penjajah kembali ingin menguasai tanah air Indonesia.
Sosiodrama ini mengemas tiga peristiwa pertempuran, yaitu Pertempuran Medan Area yang menggambarkan perlawanan rakyat Medan terhadap pasukan sekutu Belanda. Kemudian, Pertempuran Surabaya antara pejuang Indonesia melawan tentara sekutu Inggris dan Belanda. Dan, Pertempuran Ambarawa yang mengisahkan perlawanan sengit Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terhadap sekutu Inggris.
Adegan demi adegan mengalir, membangkitkan empati dan rasa nasionalisme yang mendalam di hati para penonton. Sorak haru dan tepuk tangan kerap kali pecah, terutama saat adegan-adegan klimaks yang menggambarkan pengorbanan dan keteguhan hati para pejuang. Sosiodrama Ibu Pertiwi mengingatkan semua yang hadir bahwa kemerdekaan adalah anugerah yang harus terus dijaga.
Allicia Harka Putri Zaizafun selaku sutradara, mengungkapkan, selain untuk mengenang jasa perjuangan para pahlawan, pementasan sosiodrama ini sekaligus sebagai ajakan kepada masyarakat untuk menumbuhkan kembali semangat perjuangan yang diwariskan oleh para pahlawan kemerdekaan.
"Melalui pementasan sosiodrama berjudul Ibu Pertiwi ini, kami ingin mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk kembali merenungi makna kemerdekaan., bahwa kemerdekaan bangsa ini diraih dengan pengorbanan para pahlawan yang tak ternilai harganya," ungkapnya.
Ciyak, sapaan akrab sang sutradara, menambahkan, bahwa melalui pementasan sosiodrama ini pula, semangat perjuangan dan rasa cinta tanah air diharapkan tetap hidup di hati masyarakat bangsa Indonesia, khususnya warga Purbayan.
"Semoga pementasan ini bisa menanamkan kembali nilai-nilai kepahlawanan serta semangat perjuangan bangsa Indonesia, khususnya bagi warga Purbayan, dalam mengisi kemerdekaan," ucapnya.
Selain sosiodrama Ibu Pertiwi, kehangatan Malam Tirakatan memperingati HUT RI ke-80 yang digelar oleh Muda-Mudi Pondok Baru Permai 2 Purbayan ini, juga dimeriahkan dengan serangkaian pertunjukan seni lainnya, seperti Tari Pangpung yang diperagakan dengan lincah oleh para penari cilik, drama musikal tembang dolanan, hingga aksi jenaka bapak-bapak yang mengundang tawa lewat pertunjukan ketoprak.
Pewarta : Kacuk Legowo








