Uji Coba Penutupan Pintu Perlintasan KA Pasar Minggu

Selasa, 04/07/2023 - 18:27
Perlintasan kereta api Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Perlintasan kereta api Pasar Minggu, Jakarta Selatan

Klikwarta.com, Jakarta - Perlintasan kereta api Pasar Minggu, Jakarta Selatan akan resmi di tutup dalam waktu dekat. Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melakukan sosialisasi uji coba penutupan perlintasan dengan langkah mengurangi terjadinya kemacetan.

Jalur perlintasan kereta ini menjadi penyebab kemacetan panjang hingga menghabiskan banyak waktu bagi para pengendara. Hal ini dikarenakan jalan tersebut tidak terlalu lebar, menyebabkan jalan menjadi padat dari arah yang berlawanan. Karena jalan ini merupakan salah satu jalan potongan atau tembusan bagi pengendara dari arah Pasar Minggu ke arah condet maupun sebaliknya.

Spanduk bertulisan “uji coba penutupan pintu perlintasan kereta api” telah dipasang, dengan langkah mengurangi kemacetan di kawasan tersebut. Pemerintah kemudian melakukan solusi dengan membuat jalan alternatif pengganti jalur perlintasan kereta api.

Jalan alternatif tersebut menghubungkan jalan Masjid Al Makmur menuju arah Poltangan, dan untuk arah Tanjung Barat ,Lenteng Agung, Depok kendaraan bisa melaju kearah selatan. Adapun yang ingin memutar kearah Pasar Minggu maupun Pancoran, kendaraan bisa memutar balik dengan Flyover Tapal kuda.

Dalam uji coba penutupan ini kendaraan diharuskan untuk tidak melewati jalur perlintasan tersebut, hal ini dilakukan guna mencegah kemacetan yang sering terjadi seperti jam berangkat kerja, berangkat sekolah dan di jam pulang kerja pada sore hari.

Salah satu warga mengatakan ”kayaknya tidak akan efektif dalam penutupan perlintasan tersebut, karena jalur ini termasuk jalan utama, menghubungkan jalan dari arah Condet ke Tanjung Barat dan Jatipadang atau sebaliknya” ungkap Sekar.

Sementara itu, uji coba penutupan pintu perlintasan ini meskipun sudah mulai diberlakukan, pengendara masih lalu lalang melewati kawasan tersebut dan tidak mengikuti uji coba penutupan sesuai dengan spanduk yang telah di pasang. Hal ini karena palang penutupan antara jalan dan rel kereta belum juga ada, sehingga warga melewati kawasan tersebut seperti biasa tanpa ada halangan apapun.

Penulis: Marsha Awang Lisba Siella, mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta.

Tags

Berita Terkait