Inovasi Layanan Optimalkan Penyaluran Fisik dan Dana Desa

Kamis, 16/12/2021 - 22:57
Foto Ilustrasi
Foto Ilustrasi

Oleh: Setyo Nugroho, Kasi Bank KPPN Mukomuko

Dalam situasi dan tantangan pandemi COVID-19 seperti sekarang ini, Kementerian Keuangan memiliki peran yang sangat luar biasa. Kementerian Keuangan dituntut untuk mampu mengawal APBN sebagai instrumen strategis dalam pemulihan ekonomi dari berbagai aspek, baik dari aspek kesehatan, sosial, maupun ekonomi masyarakat. Salah satu komponen untuk pemulihan ekonomi nasional dilakukan melalui penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa.

Sebagai instansi pelayanan di bawah Kementerian Keuangan, KPPN tentunya menjalankan fungsi yang sangat penting untuk ikut berkontribusi dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Tak terkecuali, KPPN Mukomuko yang memiliki peranan strategis yang berhubungan langsung dengan pihak Pemda sebagai stakeholder dalam penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa khususnya untuk masyarakat di wilayah Kabupaten Mukomuko.

Hingga periode awal November 2021, KPPN Mukomuko telah menyalurkan Dana Desa Tahun 2021 sebesar Rp 102.531.850.000,- atau 83,25% dari pagu sebesar Rp 123.162.212.000,-. Sedangkan, alokasi untuk DAK Fisik Kabupaten Mukomuko Tahun 2021 adalah sebesar Rp 52.880.980.000,-. Dari alokasi tersebut, data kontrak yang telah disampaikan ke KPPN adalah sebesar Rp 49.519.514.534,- dan sudah tersalur sebesar Rp. 31.303.965.188,- atau 63.21%.

KPPN dalam melaksanakan tugas dan fungsi mengelola keuangan negara diharapkan dapat merespon kondisi COVID-19 dengan menerapkan fleksibilitas, namun tanpa menghilangkan aspek akuntabilitas, transparansi dan efektivitas. Tujuannya agar DAK Fisik dan Dana Desa dapat tersalurkan dengan baik, cepat dan tepat sehingga bermanfaat secara optimal bagi masyrakat. Untuk itu, KPPN terus bertransformasi dalam meningkatkan  kualitas pelayanan termasuk dalam Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa melalui berbagai inovasi dan terobosan.

Adapun Langkah-langkah terobosan dan inovasi yang telah dibangun oleh KPPN Mukomuko diantaranya, pertama adalah Penerbitan Buku Cahaya DAK Fisik dan Dana Desa. Buku ini merupakan media informasi yang berisi kumpulan peraturan terkait mekanisme penyaluran DAK Fisik Dana Desa yang selalu up to date dan dilengkapi dengan kumpulan pertanyaan permasalahan dan solusi (Q&A) yang sering terjadi yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan memberi kemudahan informasi bagi para pengelola DAK Fisik dan Dana Desa.

Kedua, Penerapan Standar Manajemen Mutu ISO 9001:2015. Pelayanan dan proses bisnis di KPPN Mukomuko telah berstandar internasional ISO 9001:2015 yang diimplementasikan sejak tahun 2019. Standar ini bertujuan agar pelayanan tetap terjaga secara konsisten dan komitmen yang kuat dalam melakukan perbaikan secara berkelanjutan. Pada tahun 2021, KPPN Mukomuko kembali berhasil mendapatkan sertifikat ISO 9001:2015 setelah melalui mekanisme surveillance audit oleh Lembaga Auditor Independen.

Ketiga, Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) tahun 2020 dan Pembangunan Zona Intergitas untuk memperoleh Predikat Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) tahun 2022. Tujuannya untuk menjamin agar layanan dapat terus terlaksana secara transparan dan akuntabel sesuai dengan prinsip clean governance dan good governance. KPPN berhasil mendapatkan penghargaan sebagai Unit Kerja Pelayanan berpredikat Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari KemenpanRB pada tahun 2020, dan sekarang ini sedang berproses untuk mengikuti penilaian zona intergitas menuju WBBM pada tahun 2022 mendatang.

Keempat, Monitoring dan Evaluasi secara Bertahap. Untuk memastikan agar proses penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa dapat berjalan dengan lancar dan memberikan solusi dalam setiap permasalahan atau kendala yang dihadapi, KPPN Mukomuko melakukan kegiatan monitoring dan evaluasi secara rutin dan berkala. Diantaranya adalah kegiatan Rapat Koordinasi DAKDD bersama Pemerintah Daerah, Rakorwil DAKDD Lingkup Kanwil DJPb Provinsi Bengkulu, menyampaikan Laporan Progress Penyaluran DAK Fisik

Kelima, menjalin intimacy dengan para stakeholder baik secara formal maupun informal. Upaya formal yang dilakukan melalui rapat-rapat strategis, perlu didukung adanya upaya komunikasi informal dengan harapan untuk mengurangi kekakuan dalam koordinasi. Komunikasi secara informal, dilakukan melalui media komunikasi seperti media whatsapp group agar kendala yang dihadapi dapat lebih cepat teratasi.

KPPN juga beberapa kali mengadakan koordinasi yang dikemas dengan suasana yang lebih santai misalnya dengan kegiatan sarapan bersama atau ngopi bersama. KPPN Mukomuko membuka layanan seluas-luasnya untuk melakukan koordinasi yang dilakukan baik secara jarak jauh maupun secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Dengan menerapkan berbagai terobosan dan inovasi peningkatan pelayanan tersebut, KPPN Mukomuko dapat melaksanakan penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa secara baik dan lancar. Sampai dengan periode akhir November 2021, KPPN Mukomuko dapat menyalurkan DAK Fisik dan Dana Desa Tahap II secara tepat waktu sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan. Bahkan KPPN Mukomuko berhasil mendapatkan berbagai apresiasi tingkat nasional dalam hal Penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, berbagai prestasi yang telah berhasil didapatkan oleh KPPN Mukomuko diantaranya adalah Predikat Terbaik Pertama Nasional untuk kategori KPPN A2 dalam Pengelolaan DAK Fisik dan Dana Desa pada tahun 2019, dan peringkat Terbaik Kedua Nasional untuk kategori yang sama pada tahun 2020.

Dengan inovasi-inovasi tersebut diharapkan kedepannya penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa dapat terlaksana dengan baik, tepat waktu dan tepat sasaran. Upaya tersebut tentunya akan sulit terwujud tanpa adanya sinergi dengan para pihak yang terkait. KPPN Mukomuko berharap dengan adanya koordinasi dan kerjasama dengan para stakeholders terkait, penyaluran DAK Fisik dan Dana Desa pada akhir tahun 2021 ini dapat terlaksana dengan baik dan tersalurkan secara tepat waktu sehingga dapat dirasakan manfaatnya oleh masyakat khususnya di wilayah Kabupaten Mukomuko. (*)

Related News