Ilustrasi gambaran interpersonal dalam kehidupan sehari hari. (Sumber foto: iStok)
Oleh : Asmara Rosalbad Antika Putri
Klikwarta.com - Pernahkah menyampaikan sesuatu, pendengar masih salah paham meskipun sudah berbicara dengan jelas? Atau merasa tidak nyambung saat berada di tengah keramaian? Mungkin bukan isi yang ingin disampaikan yang bermasalah, tetapi cara menyampaikannya masih belum dibarengi dengan kecerdasan emosional.
Saat ini kemampuan memahami dan berkomunikasi menjadi sangat penting lho, sebab kemampuan memahami orang lain menjadi aset menentukan hubungan pribadi maupun profesional. Inilah yang disebut kecerdasan interpersonal sebuah bentuk kecerdasan yang sering terabaikan, tapi justru sangat vital.
Menurut American Psychological Association interpersonal adalah kemampuan seseorang untuk melakukan interaksi dan hubungan yang efektif dengan orang lain, seperti kemampuan manusia untuk mengkomunikasikan pikiran dan perasaan yang dapat diimplementasikan dalam membangun relasi dan kepercayaan seseorang.
Kecerdasan interpersonal pun tak sekadar tentang pandai bertutur kata, tetapi seni dalam memahami, empati, berekspresi, gerak tubuh, intonasi dalam menuturkan kalimat dan memberi respon yang tepat dalam melakukan komunikasi sehari-hari, kecerdasan interpersonal ini memiliki dampak yang cukup kompleks dalam kehidupan sehari-hari.
Dampak kompleks yang dimaksud bisa berdampak pada relasi personal anda seperti terciptanya hubungan yang harmonis, mengasah kecerdasan kolaboratif anda serta anda akan mudah menjalin jaringan sosial dan menciptakan kehidupan yang lebih sehat secara emosional dan profesional.
Kemampuan ini dapat berkaitan dalam mengungkapkan emosi anda secara verbal dan nonverbal, verbal yang dimaksud adalah ketika merespon komunikasi dengan langsung, sedangkan nonverbal adalah merespon menggunakan gerak tubuh, intonasi suara, kontak mata, postur tubuh, hingga jarak fisik (proksemik).
Kecerdasan interpersonal termasuk kecerdasan emosional atau dapat kita sebut sebagai (emotional intelligence) atau EQ, Mengutip dari Bantam Books Goleman, D. (1995) Berjudul Emotional Intelligence, why it can matter than IQ. kecerdasan ini bahkan lebih penting dari IQ dalam menentukan kesuksesan hidup termasuk sukses dalam relasi, baik itu pertemanan, keluarga, maupun asmara.
Kecerdasan interpersonal dalam setiap individu ini berbeda, ada yang tumbuh secara naluri dan dapat dilatih apabila kepekaan interpersonal kurang, salah satu cara agar dapat meningkatkannya adalah dengan mendengarkan, melatih empati diri serta melatih kepekaan diri terhadap orang lain sebab empati merupakan kunci dalam mempererat hubungan yang harmonis dan mengambil sudut pandang dari suatu permasalahan.
Secara naluri manusia saling berkaitan hubungan dengan individu. Baik keluarga, pertemanan, hingga lingkungan kerja. Secara tidak langsung anda sudah menerapkannya namun belum sepenuhnya, sebab kecerdasan interpersonal memegang peran krusial dalam menentukan kualitas hubungan antar individu.
Bayangkan dua orang sedang beradu argumen. Satu emosi meledak-ledak sementara yang lain mampu tetap tenang, mendengarkan, dan menanggapi dengan kepala dingin. Hasilnya? Konflik cepat mereda dan hubungan tetap utuh. Bandingkan jika dua-duanya sama-sama meledak-ledak.
Tanpa disadari itu adalah hasil dari kecerdasan interpersonal yang tumbuh secara naluri, dua-duanya memiliki namun tidak semua orang mengasah kecerdasan emosionalnya.
Anda akan dapat dengan mudah memahami niat, motivasi dan keinginan seseorang dengan kepekaan interpersonal seperti saat orang lain sedang tidak enak hati, Anda bisa cepat tanggap tanpa perlu dijelaskan secara panjang lebar. Kadang cukup dari nada bicara atau ekspresi wajah, Anda sudah tahu harus bersikap seperti apa.
Ada kisah menarik dari Nuril fitriyah, seorang guru paud di Depok. Ia mengaku, hubungan rumah tangganya pernah ujung tanduk karena sering bertengkar dengan suaminya yang kurang dalam merespon komunikasi sehari-hari, Nuril pun mencari dan membagi tips tersebut pada suami tentang bagaimana cara mengasah komunikasi atau kecerdasan emosional, sang suami pun mulai mengubah cara berkomunikasi.
“Akhirnya suamiku tuh berubah, nggak banyak tapi cukup lebih baik dan terbuka juga dari sebelumnya” katanya.
Inilah yang bikin hubungan jadi lebih hangat dan tidak mudah salah paham. Baik di rumah, saat ngobrol dengan teman, atau dalam kerja tim, kemampuan ini membuat komunikasi terasa lebih enak dan saling menghargai. Kecerdasan interpersonal juga bikin Anda jadi lebih peka dan luwes menghadapi berbagai situasi. Misalnya, tahu kapan harus menghibur, kapan cukup mendengarkan, atau kapan perlu memberi saran sebab anda mendengarkan tak hanya dengan telinga tapi dengan hati.
Apakah ada tips untuk melatih EQ? Ada, anda hanya perlu menerapkan tips ini agar kecerdasan interpersonal meningkat yakni dengan melatih empati dengan mendengarkan dan mengambil sudut pandang seseorang, memberi respon dengan gerak tubuh saat anda berbicara ini dapat meningkatkan percaya diri, latihlah kemampuan dalam berbicara agar jelas dan efektif, belajar menjadi pendengar yang baik, mengamati ekspresi nada dan gerak tubuh untuk memahami pesan yang tersembunyi, mengelola emosi dan terbukalah terhadap kritik dari orang lain. Dengan tips tersebut maka anda dapat menerapkan kecerdasan interpersonal anda jauh lebih baik.
Relasi harmonis itu diciptakan, dengan mulai mengasah kemampuan interpersonal kita sekarang. Tak perlu menunggu nanti, sebab meski terlihat sepele ini punya dampak yang besar dan perlu diasah. Walau hanya dengan mendengarkan, memperbaiki komunikasi dengan keluarga atau relasi, memberi jeda saat emosi memuncak semua itu adalah bagian dari kecerdasan emosional.
Apabila sudah menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari maka komunikasi yang dibangun jauh menjadi lebih baik, Apakah anda sudah mengasah kecerdasan interpersonal anda? Mulailah sesegera mungkin agar hubungan anda dengan sekitar akan lebih harmonis.








