Foto : Ilustrasi Judi Online
Oleh : Faqih Nur Iman Mahasiswa Jurnalistik, Politeknik Negeri Jakarta
Aku pernah berpikir bahwa jerat judi online dan pinjaman online ilegal adalah masalah orang lain sesuatu yang jauh dari realita hidupku. Tapi pandangan itu berubah ketika aku melihat teman dekatku sendiri, sebut saja N, perlahan-lahan kehilangan arah hidup karena dua hal itu.
Awalnya N hanya iseng, katanya. Main slot online lewat tautan yang dikirim temannya. Ia menang beberapa kali, lalu mulai ketagihan. Saat kalah dan butuh uang, ia mencoba pinjam ke aplikasi pinjol mulai dari yang Legal hingga yang tidak resmi. Dalam seminggu, ia harus membayar bunga berkali lipat. Ia stres, sembunyi dari keluarga, bahkan ia memaksa saya untuk menggunakan data pribadiku untuk menutupi hutang tersebut.
Sebagai teman, aku awalnya tidak tahu harus bagaimana. Tapi satu hal yang aku ingat adalah semangatnya untuk tidak menyerah, bahkan saat semuanya terasa seperti jalan buntu. Ia akhirnya memberitahukan kepada keluarga juga teman terdekat, dan pelan-pelan memutus semua akses ke website - website tersebut. Sekarang, ia masih dalam proses pemulihan, tapi setidaknya ia memilih untuk bertahan dan tidak menyerah.
Mengapa Ini Masalah Kita Semua
Kasus seperti N bukan satu-dua. Kominfo mencatat ratusan ribu situs judol diblokir, dan OJK menerima ribuan laporan pinjol ilegal setiap tahun. Tapi yang tak tercatat adalah berapa banyak mahasiswa yang diam-diam terjerat dan merasa sendirian.
Aku jadi sadar bahwa literasi digital dan keuangan bukan sekadar teori dalam seminar kampus, ini adalah bekal hidup yang harus dimiliki setiap mahasiswa. Kita hidup di zaman di mana satu klik bisa menyelamatkan, tapi juga bisa menghancurkan.
Semangat Juang Itu Nyata
Melihat N berjuang membuatku paham bahwa “semangat juang” bukan soal seberapa kuat kita di awal, tapi seberapa besar keinginan kita untuk pulih dan berubah. Tidak semua orang berani bilang "aku butuh bantuan". Tapi yang sudah berani, adalah pahlawan dalam cerita hidupnya sendiri.
Sebagai mahasiswa, kita harus berhenti menganggap masalah ini sebagai aib. Judol dan pinjol bisa menjerat siapapun, dan satu-satunya cara untuk melawannya adalah dengan kesadaran, edukasi, dan empati.
Bagi kamu yang mungkin sedang berada di titik terendah, percayalah: kamu tidak sendiri, dan kamu bisa bangkit. Semangat juang itu tidak datang dari luar. Ia lahir ketika kamu memilih untuk tidak menyerah








